Kamis, 30 Juli 2026 - 20:25 WIB
Jakarta, VIVA – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pembangunan kawasan transmigrasi ke depan akan bertumpu pada data empiris yang diperoleh langsung dari lapangan.
Baca Juga
Menurut dia, hasil riset para peserta Ekspedisi Patriot 2026 akan menjadi salah satu pijakan pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran. Pernyataan itu disampaikan AHY saat melepas 1.476 peserta Tim Ekspedisi Patriot 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Para peserta yang terdiri dari mahasiswa, peneliti hingga guru besar dari 10 perguruan tinggi negeri mitra bersama ratusan kampus di dalam dan luar negeri itu akan diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi, terutama di wilayah Indonesia Timur.
Baca Juga
“Kita ingin membangun kawasan transmigrasi yang menjadi magnet baru bagi investasi, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Di situlah kontribusi para mahasiswa menjadi sangat penting, karena rekomendasi yang mereka hasilkan akan lahir dari kondisi nyata di lapangan,” ujar Menko AHY, dikutip, Kamis, 30 Juli 2026.
AHY menjelaskan para peserta akan melanjutkan pemetaan dan riset yang telah dimulai pada Ekspedisi Patriot 2025. Mereka ditugaskan mengidentifikasi potensi sekaligus tantangan di kawasan transmigrasi untuk mendukung pengembangan sektor pertanian, perkebunan, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga pengelolaan sumber daya alam melalui industrialisasi dan hilirisasi.
Baca Juga
Hasil penelitian tersebut diharapkan menjadi masukan strategis bagi pemerintah dalam mengembangkan setiap kawasan sesuai karakteristik dan potensi masing-masing.
Dalam kesempatan itu, AHY juga menegaskan paradigma pembangunan transmigrasi kini telah berubah. Pemerintah, kata dia, tidak lagi hanya berorientasi pada perpindahan penduduk, melainkan membangun kawasan transmigrasi agar mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Yang dahulu paradigmannya adalah memindahkan penduduk keluar Pulau Jawa, kini paradigmannya berubah menjadi bagaimana membangun kawasan-kawasan tersebut agar menjadi daya tarik bagi perpindahan penduduk, masuknya investasi, serta mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata dia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
AHY berharap hasil observasi para peserta dapat dipertanggungjawabkan secara akademis sekaligus melengkapi data pemerintah dalam penyusunan kebijakan.
“Mudah-mudahan ketika masukan akademis bertemu dengan kebijakan strategis di tingkat pusat, akan lahir kebijakan yang benar-benar efektif dan dapat dijalankan dengan baik. Data empiris dari lapangan akan menjadi fondasi penting dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran,” tutur Menko AHY.
Halaman Selanjutnya
Sementara itu, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara memastikan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah untuk menjamin keamanan seluruh peserta selama menjalankan penugasan, terutama di Papua dan kawasan Indonesia Timur lainnya.