REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kayak Analytics mengembangkan teknologi berbasis kecerdasan artifisial (AI) agentik dan analitik data untuk memantau kondisi serta kinerja aset kelistrikan. Teknologi tersebut memadukan data operasional terkini dan historis dengan model rekayasa untuk mengidentifikasi penurunan kinerja dan membantu menentukan kebutuhan pemeliharaan.
Data dari sistem pemantauan, sensor, dan catatan teknis yang telah tersedia dapat dihubungkan melalui teknologi Kayak sehingga teknisi memperoleh gambaran mengenai kondisi aset dan faktor yang memengaruhinya.
Pendekatan tersebut relevan dengan rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 100 gigawatt-peak (GWp) yang disebut telah diluncurkan Pemerintah Indonesia pada 25 Agustus 2026. Penambahan kapasitas pembangkit dalam skala besar akan meningkatkan kebutuhan pemantauan kinerja pembangkit surya, kondisi baterai, dan kesehatan aset jaringan.
Salah satu komponen teknologi Kayak adalah AI agentik, yakni agen perangkat lunak yang dirancang untuk menyelidiki perilaku abnormal, mengumpulkan bukti rekayasa yang relevan, dan menyusun rekomendasi tindakan.
Dengan pendekatan tersebut, insinyur dapat menelusuri alasan di balik suatu peringatan dan membuat laporan berdasarkan data yang sama. Keputusan tetap berada di tangan operator, sementara AI digunakan untuk membantu analisis dan pengambilan keputusan.
“Ambisi energi Indonesia patut didukung teknologi yang dirancang sesuai kebutuhan Indonesia,” kata CEO Kayak Analytics Gibert Espinosa dalam keterangannya yang dikutip pada Rabu (23/9/2026).
Perusahaan teknologi energi berbasis di Singapura itu ingin bekerja bersama perusahaan ketenagalistrikan dan operator energi di Indonesia untuk mengintegrasikan data aset ke dalam satu platform analitik. Kayak mengembangkan AI dan analitik data untuk berbagai jenis aset energi.
“Kami ingin bekerja bersama para insinyur setempat untuk mengubah data operasional menjadi keputusan praktis, memperkuat infrastruktur vital, serta membangun kapabilitas yang dapat terus dikembangkan secara mandiri oleh tim Indonesia,” ujar Gibert.
Kayak menempatkan gardu induk dan transformator sebagai salah satu prioritas penerapan analitik. Data pengukuran operasional, diagnostik minyak, perilaku termal, dan riwayat pemeliharaan digunakan untuk membantu mendeteksi penurunan kondisi lebih awal serta memperkirakan sisa umur pakai peralatan.
Informasi tersebut dapat digunakan teknisi untuk menentukan prioritas inspeksi dan merencanakan pemeliharaan sebelum indikasi kerusakan berkembang menjadi gangguan layanan.
Pada aset pembangkit energi terbarukan, Kayak juga mengembangkan aplikasi analitik. Untuk pembangkit surya, analisis mencakup kinerja inverter, pelacak surya, dan rangkaian modul untuk mengidentifikasi kehilangan energi serta gejala gangguan.
Pada pembangkit angin, aplikasi memadukan analisis kurva daya dan getaran. Sementara itu, analitik untuk pembangkit tenaga air digunakan untuk menilai perilaku dan efisiensi turbin.
Untuk sistem penyimpanan energi baterai, analisis dilakukan terhadap sinyal listrik dan termal pada tingkat sel untuk memantau degradasi serta menandai kondisi abnormal.
Integrasi analisis berbagai jenis aset tersebut memberikan gambaran yang lebih menyeluruh bagi pemilik aset dalam menentukan prioritas pemeliharaan sekaligus menjaga keandalan pembangkit energi terbarukan dan sistem penyimpanan.