Selasa, 29 September 2026 - 22:46 WIB
VIVA – Penggunaan kecerdasan buatan atau AI semakin masuk ke aktivitas kerja sehari-hari. Bagi pekerja Indonesia, teknologi ini tidak lagi sekadar digunakan untuk mencari informasi atau membuat teks, tetapi mulai dimanfaatkan untuk membantu menyelesaikan berbagai pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu lebih panjang.
Baca Juga
Temuan PwC Global Workforce Hopes and Fears Survey 2025, dikutip VIVA Selasa, 29 September 2026, menunjukkan bahwa 69 persen responden pekerja Indonesia telah menggunakan AI untuk pekerjaannya dalam 12 bulan terakhir. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan tingkat adopsi AI secara global yang berada di 54 persen.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski demikian, meningkatnya penggunaan AI berlangsung ketika banyak pekerja masih menghadapi tekanan waktu. Microsoft Work Trend Index 2025 menemukan bahwa 88 persen pekerja di Indonesia, termasuk karyawan dan pemimpin bisnis, merasa kekurangan waktu atau energi untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.
Baca Juga
Kondisi tersebut menunjukkan mengapa berbagai fitur berbasis AI yang dapat mengurangi pekerjaan administratif menjadi semakin relevan. Salah satunya adalah kemampuan mengubah percakapan dalam rapat atau panggilan menjadi teks secara otomatis.
Ada banyak platform komunikasi dan kolaborasi ini memiliki fitur transkripsi yang dapat mengubah percakapan dalam rapat menjadi teks.
Baca Juga
Bahkan beberapa produk menyediakan opsi untuk mengaktifkan perekaman sekaligus transkripsi secara otomatis ketika rapat dimulai. Fitur tersebut dapat membantu peserta memperoleh catatan berbasis percakapan tanpa harus mengetik seluruh pembahasan secara manual.
Dalam praktiknya, transkrip dapat berguna untuk berbagai kebutuhan. Pekerja misalnya dapat menggunakannya sebagai bahan untuk mengingat kembali pembahasan rapat, menemukan informasi yang sempat terlewat, atau menyusun tindak lanjut setelah pertemuan selesai.
Adopsi AI di Indonesia Terus Berkembang
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Data PwC memperlihatkan bahwa meskipun 69 persen pekerja Indonesia telah menggunakan AI dalam setahun terakhir, penggunaan setiap hari masih berada di angka 16 persen untuk generative AI. Artinya, terdapat perbedaan antara pernah menggunakan AI dan menjadikannya bagian dari rutinitas kerja harian.
PwC juga menemukan bahwa 96 persen pengguna GenAI harian di Indonesia melaporkan adanya peningkatan produktivitas. Sebagai pembanding, angka tersebut berada di 75 persen pada kelompok yang jarang menggunakan AI. Temuan ini menunjukkan adanya hubungan antara intensitas penggunaan AI dan persepsi pekerja terhadap produktivitas, meskipun angka survei tersebut merupakan laporan pengalaman responden, bukan pengukuran produktivitas secara langsung.
Halaman Selanjutnya
Sementara itu, Microsoft melihat AI sebagai bagian dari perubahan cara kerja yang lebih luas. Dalam Work Trend Index 2025, sebanyak 95 persen pemimpin bisnis di Indonesia yang disurvei menyatakan keyakinan terhadap penggunaan agen AI sebagai anggota tim digital untuk memperluas kapasitas kerja dalam satu hingga dua tahun ke depan.