Jakarta (ANTARA) - Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia menyatakan penutupan sementara pada bandar udara terdampak merupakan langkah memitigasi demi menciptakan keselamatan penerbangan dari erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
"Ini merupakan langkah mitigasi untuk mendukung keselamatan penerbangan dengan mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik di ruang udara," kata kata EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.
AirNav Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
"Informasi aeronautika akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi aktual dan informasi keselamatan penerbangan," ujarnya.
Baca juga: AirNav perketat pemantauan udara atas erupsi Anak Krakatau
Baca juga: Penutupan tiga bandara akibat erupsi Anak Krakatau diperpanjang
AirNav Indonesia juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan penerbangan untuk memastikan informasi mengenai kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan tersampaikan secara tepat waktu.
AirNav Indonesia menyatakan enam bandara berstatus closed akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau demi menjaga keselamatan operasional penerbangan.
"AirNav kembali memperbarui informasi aeronautika terkait status operasional sejumlah bandar udara yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau," ucapnya.
Pembaruan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan sebaran abu vulkanik yang berdasarkan pemantauan BMKG telah meluas hingga wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu, serta perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih berada pada Level III (Siaga).
Berdasarkan pembaruan Notice to Airmen (NOTAM), enam bandar udara masih berstatus closed akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, dengan estimasi penutupan hingga 7 September 2026 pukul 08.59 WIB, yaitu Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), status closed, 6 September pukul 23.20 WIB hingga estimasi 7 September pukul 08.59 WIB.
Kedua Bandar Udara Halim Perdanakusuma (HLP), status closed, 6 September pukul 23.26 WIB hingga estimasi 7 September pukul 08.59 WIB. Ketiga, Bandar Udara Radin Inten II, Lampung (TKG), status closed, 6 September pukul 23.23 WIB hingga estimasi 7 September pukul 08.59 WIB.
Keempat, Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung (BDO), status closed, 6 September pukul 23.31 WIB hingga estimasi 7 September pukul 08.59 WIB; kelima Bandar Udara Budiarto, Curug (RTO), status CLOSED, 6 September pukul 23.29 WIB hingga estimasi 7 September pukul 08.59 WIB.
Keeenam, Bandar Udara Pondok Cabe (PCB), status closed, 6 September pukul 23.36 WIB hingga estimasi 7 September pukul 08.59 WIB.
Baca juga: Badan Geologi sebut erupsi menerus Gunung Anak Krakatau berakhir
Baca juga: DPR imbau masyarakat ikuti informasi resmi soal erupsi Anak Krakatau
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.