Jakarta, CNN Indonesia --
Ketidakpastian soal keberlanjutan subsidi pemerintah membuat penjualan sepeda motor listrik di Indonesia kembali merosot sepanjang tahun 2026. Situasi ini memicu calon pembeli untuk menunda transaksi mereka.
Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setiyadi mengungkapkan bahwa angka penjualan sempat tumbuh sewaktu program insentif berjalan pada 2023 dan 2024.
"Di tahun 2023, karena mungkin masih awal, kita hanya bisa menjual sekitar angka hanya sekitar 15.000. Namun di tahun 2024 kita bisa menjual sekitar 77.000. Dan di tahun 2025, walaupun tidak ada subsidi, kita juga mampu menjual sampai dengan angka 70.000," kata Budi dalam rapat dengar pendapat umum Komisi VII DPR RI, Senin (21/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penurunan drastis baru terlihat memasuki 2026. Hingga Agustus, angka penjualan baru menyentuh kisaran 18.900 unit. Banyak konsumen memilih untuk menunggu akibat belum jelasnya kepastian bantuan pembelian dari pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenapa demikian? Karena menyangkut masalah kebijakan pemerintah yang kadang ada, kadang tidak ada. Ini cukup mengganggu dari industri, karena memang masyarakat juga banyak yang menunggu kapan untuk subsidi akan diberikan," jelas Budi.
Pemerintah sebenarnya pernah melempar wacana pemberian insentif untuk tahun 2026. Bahkan, mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat menyinggung nominal bantuan sekitar Rp3 juta per unit.
Meski begitu, kepastian realisasi program tersebut belum kunjung terlihat hingga September.
"Di awal tahun 2026 ini pemerintah sudah menyampaikan bahwa ada rencana subsidi. Kemudian secara terus ada berikutnya penyampaian kembali dan sampai dengan sekarang kemarin terakhir yang disampaikan oleh Pak Menteri Keuangan Pak Purbaya sebelum beliau selesai, menyampaikan akan diberikan subsidi sekitar 3 juta. Namun sampai dengan bulan September ini juga belum ada kabarnya," ucap Budi.
Ketiadaan kepastian ini menyulitkan para pelaku industri untuk memacu target pasar. Terlebih lagi, sisa waktu pada 2026 semakin terbatas untuk mengejar sisa penjualan.
"Sangat juga menghambat menyangkut masalah penjualan sepeda motor listrik yang ada di Indonesia sekarang ini," ucapnya.
Guna mengantisipasi masalah serupa, pelaku industri mulai menjalin koordinasi dengan pemerintah untuk merancang skema bantuan untuk tahun 2027. Budi berharap skema baru tersebut dapat bergulir sejak awal tahun agar pasar tidak lagi terganggu oleh ketidakpastian.
"Kami saat sekarang ini juga sedang intens dengan Kementerian ESDM menyangkut masalah rencana dan juga skema subsidi tahun 2027," tutup Budi.
(hjn/mik)