Akses masuk Pelabuhan Ketapang dibuka usai unjuk rasa sopir truk bubar - ANTARA News Jawa Timur

Banyuwangi (ANTARA) - Akses masuk ke Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dibuka kembali setelah puluhan sopir truk logistik yang berunjuk rasa membubarkan diri sekitar pukul 17.15 WIB pada Kamis.

Puluhan orang sopir truk tersebut membubarkan diri setelah ada kesepakatan dengan operator pelabuhan, KSOP dan regulator pelabuhan penyeberangan Ketapang (Banyuwangi)-Gilimanuk (Bali).

"Tadi sudah ada kesepakatan, dan penutupan akses masuk pelabuhan juga dapat dihentikan atau akses kembali dibuka pada pukul 17.15 WIB," kata General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Media Syahrianto kepada wartawan di Banyuwangi, Kamis.

Informasi yang diperoleh, terdapat enam poin kesepakatan antara sopir truk peserta aksi unjuk rasa dengan regulator pelabuhan termasuk KSOP,  antara lain memastikan jumlah kapal feri beroperasi sesuai standar, percepatan operasional pelabuhan dan kapal.

Selain itu, disepakati pula membagi truk muatan ringan atau di bawah 30 ton bisa diangkut melalui Dermaga MB, sedangkan truk bermuatan di atas 30 ton di Dermaga LCM, dan pihak operator dan regulator ada penambahan kapal yang beroperasi dengan sistem tiba-bongkar-muat atau TBB.

Para sopir juga siap mengikuti arahan petugas, dan apabila melanggar arahan petugas dan melanggar aturan di dalam pelabuhan akan dikenakan sanksi, termasuk petugas melanggar juga disepakati juga mendapatkan sanksi.

Lalu, KSOP juga melakukan percepatan pelayanan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) tanpa mengabaikan faktor keselamatan pelayaran, serta asosiasi pelayaran mengoptimalkan trip dan muatan kapal.

Salah seorang sopir truk, Sunahri mengaku antrean panjang menuju Pelabuhan Ketapang sejak lebih dari sepekan ini merugikan mereka karena biaya operasional membengkak.

"Biaya makan kami tentu bertambah, banyak teman-teman kami yang menginap, belum lagi biaya bahan bakar minyak atau BBM juga pasti bertambah," katanya.

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.