AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, menyebut Indonesia dapat menjadi pintu masuk bagi negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) menuju pasar ASEAN, yang memiliki sekitar 680 juta penduduk.
Kepala Negara berharap, hubungan perdagangan Indonesia dengan negara-negara EAEU, termasuk Rusia, semakin meningkat melalui Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).
"Bagi dunia usaha Eurasia, Indonesia merupakan pintu masuk alami ke ASEAN. Kami adalah pasar terbesar di kawasan, pusat dari Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan sekarang mitra perdagangan bebas," kata Prabowo, dalam pidatonya di Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).
Baca Juga: Prabowo Harap Nilai Perdagangan Indonesia-Rusia Digandakan Lewat I-EAEU FTA 2027
Dia mengatakan, Indonesia memiliki sejumlah sektor unggulan yang dapat memenuhi kebutuhan negara-negara Eurasia. Di antaranya kelapa sawit, kopi, perikanan, karet, tekstil, furnitur, barang konsumsi, serta dukungan angkatan kerja yang masih tergolong muda.
Kerja sama perdagangan melalui I-EAEU FTA juga membuka akses bagi Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kirgizstan, dan Rusia menuju pasar ASEAN yang berpenduduk sekitar 680 juta jiwa.
Prabowo mengakui, kawasan Asia Tenggara tidak selalu berada dalam kondisi damai. Namun, negara-negara di kawasan menyadari pentingnya meningkatkan kesejahteraan dengan menciptakan peluang melalui konsultasi, bukan konfrontasi, serta kerja sama, bukan perpecahan.
"Indonesia kini mengundang Rusia dan setiap anggota EAEU untuk membantu memperluas perdamaian itu dengan menghubungkan Eurasia menjadi lebih dekat dengan Asia Tenggara," tuturnya.
Dia mengingatkan, I-EAEU FTA telah ditandatangani di St Petersburg pada 21 Desember 2025. Dalam perjanjian tersebut, EAEU dan Komisi Ekonomi Eurasia sepakat menghapus atau menurunkan bea masuk terhadap 11.882 pos tarif atau 90 persen barang yang diperdagangkan.
Baca Juga: Prabowo Dorong Jalur Pelayaran dan Penerbangan Langsung Indonesia-Rusia
Indonesia sendiri telah menyelesaikan persetujuan parlemen atas perjanjian tersebut. Pada Juli 2026, pemerintah juga telah menandatangani peraturan presiden terkait ratifikasi I-EAEU FTA.
Prabowo mendorong negara-negara EAEU yang belum memulai proses ratifikasi agar segera menyelesaikannya sehingga implementasi perjanjian dapat berjalan sesuai jadwal.
"Saya menghendaki ketika jadwal penurunan tarif itu sudah mulai berlaku, barang-barang, rute, dan kontrak sudah tersedia. Forum ini harus menjadi pasar dari perjanjian tersebut," pungkasnya.