Apa itu self-care? Ini pengertian, manfaat, dan cara melakukannya

Jakarta (ANTARA) - Kesibukan sehari-hari kadang membuat seseorang terlalu fokus menyelesaikan pekerjaan, memenuhi kebutuhan keluarga, atau mengurus berbagai urusan sampai lupa memperhatikan diri sendiri. Padahal, tubuh dan pikiran juga membutuhkan waktu untuk beristirahat.

Dalam kehidupan sehari-hari, self-care bisa dipahami sebagai kebiasaan untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan diri. Bentuknya pun tidak selalu berupa aktivitas yang membutuhkan biaya, seperti pergi ke salon atau berlibur. Tidur cukup, makan sehat, rutin bergerak, menjaga kebersihan, hingga meluangkan waktu untuk beristirahat juga termasuk di dalamnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan self-care sebagai kemampuan individu, keluarga, dan komunitas untuk meningkatkan serta menjaga kesehatan, mencegah penyakit, dan menghadapi kondisi sakit, dengan atau tanpa dukungan tenaga kesehatan.

Baca juga: Kapan kita sebaiknya melakukan "self care" untuk cegah stres?

Kenapa penting dilakukan?

1. Membantu lebih peduli dengan kondisi tubuh

Rutinitas yang padat sering membuat seseorang baru memperhatikan tubuh ketika sudah merasa lelah atau tidak enak badan. Padahal, menjaga kesehatan bisa dilakukan sejak dari kebiasaan sederhana.

Tidur yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, rutin bergerak, menjaga kebersihan, dan menghindari kebiasaan yang berisiko bagi kesehatan merupakan beberapa contoh yang bisa diterapkan setiap hari. WHO juga memasukkan pola hidup sehat dan kebiasaan sehari-hari tersebut sebagai bagian dari praktik perawatan diri.

Dengan begitu, menjaga diri bukan hanya dilakukan ketika sedang sakit, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mencegah masalah kesehatan.

2. Lebih aktif mengelola kesehatan

Menjaga kesehatan juga berarti memahami kondisi tubuh sendiri. Misalnya, seseorang dapat memantau tekanan darah atau kadar gula darah sesuai kebutuhan dan anjuran tenaga kesehatan.

WHO menyebut pendekatan ini dapat meningkatkan kemandirian dan kemampuan seseorang dalam mengelola kesehatannya. Namun, tindakan mandiri tetap harus dilakukan dengan informasi yang tepat dan tidak menggantikan bantuan dokter atau tenaga kesehatan ketika diperlukan.

Baca juga: Tips "self-care" bekerja pada bulan Ramadhan

3. Memberi waktu untuk menjaga kesehatan mental

Menjaga diri tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik. Memberikan waktu untuk beristirahat, melakukan hobi, menjaga hubungan dengan orang terdekat, dan mengatur aktivitas agar tidak terlalu melelahkan juga penting untuk kesejahteraan secara keseluruhan.

Namun, praktik tersebut bukan berarti semua masalah mental dapat diselesaikan sendiri. Jika seseorang mengalami kondisi yang membutuhkan penanganan, bantuan tenaga profesional tetap diperlukan. WHO menegaskan bahwa praktik perawatan diri berfungsi sebagai pelengkap layanan kesehatan, bukan penggantinya.

4. Tidak harus mahal

Perawatan diri sering kali dikaitkan dengan aktivitas yang membutuhkan biaya. Padahal, banyak hal sederhana yang bisa dilakukan tanpa mengeluarkan uang.

Tidur lebih teratur, berjalan kaki, mengurangi waktu di depan layar, membaca buku, melakukan hobi, atau sekadar mengambil jeda dari rutinitas juga bisa menjadi cara untuk memberikan perhatian kepada diri sendiri.

5. Membantu membangun kebiasaan yang lebih sehat

Hal terpenting bukan melakukan perubahan besar dalam waktu singkat, melainkan membangun kebiasaan yang bisa dipertahankan. Memulai dari hal kecil biasanya lebih mudah dilakukan secara konsisten.

Pada akhirnya, menjaga diri bukan berarti mengabaikan pekerjaan, keluarga, atau tanggung jawab. Justru, kondisi tubuh dan pikiran yang lebih terjaga dapat membantu seseorang menjalani berbagai aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

Dengan demikian, self-care tidak harus rumit dan tidak harus mahal. Yang terpenting adalah mengenali kebutuhan diri, menjaga kebiasaan sehat, serta tidak ragu mencari bantuan ketika membutuhkan pertolongan profesional.

Baca juga: Rawat diri untuk kesehatan kulit bisa bantu tingkatkan percaya diri

Baca juga: Tamara Dai bagikan kiat percaya diri tanpa khawatir terlihat luka

Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.