REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Grup K-pop Stray Kids tidak akan mengajukan karya musik mereka untuk Grammy Awards 2027. Keputusan ini sejalan dengan langkah BTS yang sebelumnya memilih tidak mengirimkan musik mereka untuk ajang penghargaan bergengsi tersebut.
Agensi Stray Kids, JYP Entertainment, mengonfirmasi grup beranggotakan delapan orang itu tidak mengajukan karya apa pun untuk dipertimbangkan dalam Grammy ke-69. Keputusan itu muncul kurang dari sehari setelah Recording Academy, organisasi penyelenggara Grammy, mengumumkan bahwa kategori Best Asian Pop Music Performance tetap digelar pada Grammy 2027.
Dilansir laman Korea JoongAng Daily, Ahad (4/10/2026), Stray Kids sebelumnya dipandang sebagai salah satu kandidat kuat untuk kategori tersebut. Grup beranggotakan delapan orang itu telah sembilan kali menduduki posisi puncak Billboard 200, tangga album utama di Amerika Serikat. Selain itu, seluruh anggota Stray Kids memiliki hak suara dalam Grammy. Karenanya aksi boikot dari Stray Kids akan menjadi pukulan telak bagi Grammy.
Pada Juli 2026, grup K-pop BTS memutuskan tidak akan berkompetisi dalam Grammy Awards ke-69. Keputusan tersebut diumumkan sekitar satu bulan setelah Recording Academy memperkenalkan kategori baru Best Asian Pop Music Performance yang akan diperebutkan untuk pertama kalinya pada upacara Grammy pada 7 Februari 2027.
Melalui unggahan di Instagram story, ketujuh personel BTS kompak menulis pernyataan dalam bahasa Korea bahwa mereka sengaja tidak akan mengirimkan karya untuk proses seleksi Grammy tahun ini. Dalam pernyataannya, mereka juga menyinggung bagaimana musik semestinya dapat didengar dan dicintai terlepas dari bahasa atau wilayah.
"Kami telah memutuskan untuk tidak mengirimkan karya kami untuk pertimbangkan di Grammy tahun ini. Kami berharap musik dapat didengar dan dicintai apa adanya, bukan dipisahkan berdasarkan wilayah atau bahasa," kata ketujuh personel BTS dalam pernyataannya kala itu.
Para member BTS yakni RM, Jin, Suga, J-hope, Jimin, V, dan Jungkook juga berterima kasih kepada para penggemar yang selalu mendukung mereka. "Kami berterima kasih kepada ARMY dan semua orang yang selalu bersama kami," kata mereka.
Baik BTS maupun agensi mereka, Hybe, tidak memberikan penjelasan lebih lanjut. Namun keputusan tersebut dinilai sebagai bentuk protes terhadap kategori baru yang dikhususkan bagi musik pop Asia.
Menanggapi keputusan BTS, Chief Executive Officer Recording Academy, Harvey Mason Jr mengaku sedih dengan keputusan BTS yang tidak akan berpartisipasi dalam Grammy mendatang. Namun ia tetap menghormati langkah grup tersebut.
"Saya sedih mendengar bahwa BTS telah memilih untuk tidak berpartisipasi dalam proses Grammy Awards tahun ini. Namun sebagai pencipta musik, saya memahami dan menghormati keputusan mereka," kata Mason dilansir lama New York Times.