AKURAT.CO Dalam tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI), terdapat berbagai pasukan elite dengan tugas khusus, di antaranya Korps Marinir dan Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Keduanya dikenal sebagai pasukan tangguh, namun memiliki perbedaan dalam fungsi dan wilayah operasi.
Memahami apa perbedaan Marinir dan Kopassus penting agar kita dapat mengenali peran masing-masing dalam menjaga pertahanan negara.
Baca Juga: Basarnas: Identifikasi Prajurit Marinir Korban Longsor Bandung Barat Wewenang KSAL
Fungsi dan Tugas
Marinir merupakan bagian dari TNI Angkatan Laut yang bertugas dalam operasi amfibi, yaitu pertempuran yang melibatkan laut dan darat. Pasukan ini sering digunakan dalam pendaratan di wilayah pantai.
Sementara itu, Kopassus adalah pasukan elite TNI Angkatan Darat yang memiliki kemampuan khusus dalam operasi darat, seperti penyergapan, intelijen, dan penanggulangan terorisme.
Wilayah Operasi
Marinir beroperasi di wilayah laut dan pesisir, termasuk pulau-pulau yang membutuhkan pengamanan khusus. Mereka dilatih untuk menghadapi kondisi laut dan pantai.
Sebaliknya, Kopassus lebih fokus pada operasi di darat, termasuk hutan, pegunungan, dan wilayah perkotaan.
Keahlian Khusus
Marinir memiliki keahlian dalam pertempuran amfibi dan mobilisasi melalui laut. Mereka juga dilatih untuk bertahan di lingkungan laut.
Kopassus memiliki keahlian khusus dalam operasi rahasia, penyamaran, dan teknik tempur tingkat tinggi.
Struktur Kesatuan
Marinir berada di bawah TNI Angkatan Laut, sedangkan Kopassus berada di bawah TNI Angkatan Darat. Perbedaan ini menunjukkan pembagian tugas berdasarkan matra militer.
Keduanya tetap bekerja sama dalam menjaga kedaulatan negara.
Mengetahui apa perbedaan Marinir dan Kopassus membantu kita memahami peran penting pasukan elite dalam TNI.
Dengan tugas dan keahlian yang berbeda, keduanya menjadi kekuatan utama dalam menjaga keamanan dan kedaulatan Indonesia.
Arika Yafi Fawazzain (Magang)