Arus Asing ke Saham Mulai Membaik, Inflow Rp 2,9 Triliun pada Kuartal III |Republika Online

Menteri Keuangan Suahasil Nazara (tengah) bersama Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin (kanan) dan Wakil Ketua DPD Tamsil Linrung (kiri) menyampaikan keterangan pers usai Sidang Paripurna Luar Biasa ke-2 DPD Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Sidang tersebut beragendakan penyampaikan laporan pelaksanaan tugas Komite IV DPD terkait penyusunan pertimbangan DPD terhadap RUU tentang APBN TA 2027.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Arus modal asing di pasar saham Indonesia mulai menunjukkan perbaikan pada kuartal III 2026. Kementerian Keuangan mencatat pasar saham masih mengalami arus keluar asing sebesar Rp 70,7 triliun secara kumulatif sepanjang 2026, tetapi pada kuartal III hingga 11 September mulai mencatat arus masuk Rp 2,9 triliun.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan perkembangan tersebut menjadi salah satu indikator yang perlu terus dipantau pemerintah di tengah dinamika pasar keuangan global. “Meskipun saham itu masih outflow Rp 70,7 triliun, tetapi untuk triwulan III, ia sudah mulai inflow Rp 2,9 triliun. Jadi ini ada suatu pergerakan yang baik dan tentu ini yang harus kita pantau terus,” kata Suahasil dalam taklimat media APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Jumat (18/9/2026). 

Lebih lanjut ia menjelaskan, arus modal asing ke pasar keuangan Indonesia menunjukkan pergerakan yang berbeda sepanjang 2026. Selain pasar saham, Surat Berharga Negara (SBN) mencatat arus masuk asing sebesar Rp 40,8 triliun hingga 11 September 2026.

Suahasil mengatakan pemerintah akan terus menjaga kredibilitas pasar keuangan untuk mendukung masuknya modal asing. Menurut dia, kondisi pasar keuangan perlu dijaga di tengah ketidakpastian global dan perubahan arah kebijakan moneter negara-negara maju.

Perbaikan arus modal tersebut terjadi ketika kinerja perekonomian Indonesia tetap tumbuh. Kementerian Keuangan mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 sebesar 5,5 persen secara tahunan.

Pemerintah juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2026 berada pada kisaran 5,6 hingga 6 persen. Sementara itu, proyeksi pertumbuhan ekonomi global dalam sejumlah lembaga internasional berada pada kisaran 2,5 hingga 3,4 persen.