Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Presiden Dapat Masukan Salah, Mudah-mudahan Junior Saya...

Jum'at, 18 September 2026, 17:15 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah buka suara mengenai perkara yang menyeret dirinya.

Setelah berkarier selama puluhan tahun sebagai jaksa dan menangani sejumlah perkara besar, Febrie kini menghadapi sangkaan pemerasan dalam penanganan perkara PT Asabri dan Jiwasraya.

Ia mengaku heran dengan sangkaan yang kini dialamatkan kepadanya, terlebih dirinya mengklaim tidak pernah mendapatkan hukuman dari bidang pengawasan selama 33 tahun menjadi jaksa.

Febrie menyampaikan pernyataan tersebut setelah pelimpahan tahap II dari penyidik Tim 9 Kejagung kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (18/9/2026). 

Baca Juga: Sahabat Bicara Nasib Purbaya Usai Dicopot: Prabowo Bisa Saja Panggil Lagi Isi Jabatan...

"Selama jadi jaksa 33 tahun, saya tidak pernah dijatuhi hukuman di Pengawasan. Diperiksa belum pernah, dilaporkan belum pernah, sekarang disangkakan pemerasan. Kalian bisa tanya ke pengawasan itu," katanya setelah pelimpahan tahap II dari penyidik tim 9 Kejaksaan Agung (Kejagung) kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (18/9/2026).

Febrie juga mengingatkan soal database yang tersimpan di Gedung Bundar Kejagung. Menurut dia, rekam jejak berbagai perkara besar yang pernah ditangani masih tercatat, termasuk pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

"Jangan lupa, database di Gedung Bundar itu akan menjadi data abadi. Kita semua tahu siapa yang terlibat di perkara-perkara besar. Saya yakin, junior saya selama ini telah kita didik, itu pasti akan punya keberanian untuk bangsa dan untuk rakyatnya," ujarnya.

Di tengah perkara yang menjeratnya, Febrie juga menegaskan dirinya tidak mempunyai kepentingan bisnis maupun fasilitas yang menurutnya dapat dikaitkan dengan perkara-perkara besar yang selama ini ditangani Kejagung.

"Saya tidak punya IUP tambang. Saya tidak pernah minta proyek pemerintah. Saya tidak pernah punya konsesi sawit. Saya tidak pernah minta kuota impor. Siapa yang terlibat di situ? Gedung Bundar ada database-nya," sebutnya.

Baca Juga: Habiskan Rp106 Triliun Duit Negara, tapi Baru 3 Kopdes yang Beroperasi? Ini Kata Menkop

Febrie kemudian menyampaikan pernyataan yang langsung mengarah kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia mengaku meyakini informasi yang diterima Presiden terkait perkara yang menyeret dirinya tidak tepat.

"Saya yakin Presiden dapat masukan yang salah atas perkara ini," ucapnya.

Meski demikian, Febrie berharap proses hukum yang berjalan dapat melihat perkara tersebut secara jernih. Ia juga kembali menitipkan pesan kepada para juniornya di Kejagung agar tetap menjalankan tugas yang menurutnya berpihak pada kepentingan masyarakat.

"Mudah-mudahan junior-junior saya yang ada di Gedung Bundar akan terus bela kepentingan rakyat dan bangsanya untuk menuju kemakmuran rakyat," imbuh Febrie.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri