Atmosfer Stadion Surajaya jadi motivasi Persela jaga tren positif - ANTARA News Megapolitan

Lamongan, Jawa Timur (ANTARA) - Kapten Persela Lamongan Dendi Sulistyawan menyebutkan atmosfer Stadion Surajaya yang kembali dipenuhi suporter menjadi motivasi timnya dalam menjaga tren positif saat menghadapi Persiba Balikpapan dalam laga kedua Liga Championship pada Sabtu malam esok.

"Seluruh pemain dalam kondisi siap tempur dan telah menjalani persiapan dengan baik menjelang pertandingan kedua. Kami fokus untuk melanjutkan tren positif dan berharap hasil besok juga positif untuk tim," kata dia dalam konferensi pers di Stadion Surajaya, Lamongan, Jawa Timur, Jumat. 

Dendi mengingatkan rekan-rekannya agar tidak terlena oleh kemenangan 2-0 atas Persis Solo pada laga perdana. 

Laskar Joko Tingkir mengawali kompetisi dengan kemenangan 2-0 atas Persis di hadapan 10.615 penonton berkat gol Hambali Tholib  dan Risqi Putra Utomo. 

Atmosfer penuh suporter di Stadion Surajaya pada laga tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi Dendi yang kembali memperkuat Persela setelah beberapa musim berkarier bersama Bhayangkara FC.

"Pertandingan kemarin luar biasa. Dengan dukungan stadion yang penuh seperti itu sudah lama tidak saya rasakan. Gairah sepak bola seperti kembali lagi," ujarnya.

Pputra daerah Lamongan itu menilai dukungan LA Mania, Curva Boys, dan seluruh suporter menjadi energi tambahan bagi pemain untuk tampil sebaik-baiknya.

Baca juga: Persela siapkan enam pemain asing

Pelatih Persela Bima Sakti menunjuk Dendi sebagai kapten untuk memimpin skuad yang banyak dihuni pemain muda. 

Ia menilai Dendi memiliki jiwa kepemimpinan dan menjadi teladan bagi rekan-rekannya di dalam dan luar lapangan.

Pada pertandingan melawan Persiba, Persela berstatus  tamu. Namun, laga tetap berlangsung di Stadion Surajaya karena Persiba menggunakan stadion tersebut sebagai kandang sementara selama Stadion Batakan Balikpapan menjalani perawatan.

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah/Alimun Khakim
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.