Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Dinas Perikanan Kabupaten setempat menebar sebanyak 50.000 ekor benih ikan nila di Tamak Tue, Kampung Empus Talu, sebagai bagian upaya mendukung ketahanan pangan.
"Penebaran benih Ikan Nila merupakan salah satu program yang diarahkan untuk menunjang ketahanan pangan di Kampung Empus Talu," kata Kepala Dinas Perikanan Aceh Tengah, Maimun Sulaiman dalam keterangan diterima di Banda Aceh, Jumat.
Ia menjelaskan, pengelolaan sumber daya perikanan secara baik dan berkelanjutan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung kemandirian pangan di tingkat kampung.
"Kegiatan ini menjadi salah satu program yang diarahkan untuk menunjang ketahanan pangan di Kampung Empus Talu sekaligus mendukung kemandirian pangan di tingkat kampung," kata Maimun.
Pihaknya berharap lewat program tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat maupun dalam meningkatkan potensi ekonomi kampung.
Penebaran benih tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan bersama Ketua BKMT Aceh Tengah, Vitriani Muchsin Hasan di Tamak Tue, Kampung Empus Talu.
Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan juga berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga keberlangsungan benih ikan yang telah ditebar.
“Benih yang sudah kita tebarkan ini agar dijaga selama kurang lebih tiga bulan, sehingga dapat berkembang dan tumbuh dengan baik,” ujar Wabup Muchsin.
Selain menjaga benih, Wabup Muchsin juga mengingatkan masyarakat agar mengurangi dan mencegah penangkapan ikan secara ilegal, agar populasi ikan yang telah ditebar dapat berkembang secara optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berharap masyarakat Kampung Empus Talu dapat berperan aktif dalam menjaga dan mengelola potensi perikanan tersebut secara bersama-sama.
Pewarta: M Ifdhal
Editor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.