Bangka Selatan lestarikan warisan budaya daerah lewat lomba mewarnai Tudung Saji - ANTARA News Bangka Belitung

Toboali, Bangka Selatan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus berupaya melestarikan warisan budaya daerah, salah satunya dengan menggelar lomba melukis Tudung Saji pada kegiatan Kemilau Pesona 2026, Jumat (25/9).

Lomba yang digelar di di Ring Tinju Sport Center Pemkab Bangka Selatan tersebut diikuti sebanyak 29 peserta yang terdiri dari perwakilan pelajar, pegiat seni, hingga masyarakat umum.

Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMINDAG) Bangka Selatan Deka Indra di Toboali, Minggu mengatakan, penyelenggaraan lomba melukis Tudung Saji pada kegiatan Kemilau Pesona ini bertujuan untuk memupuk rasa bangga generasi muda terhadap warisan budaya lokal, sekaligus menyediakan wadah ekspresi yang positif bagi para pelaku seni daerah. 

"Kegiatan ini menjadi wujud komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dalam memperkuat keberlanjutan tradisi dan kebudayaan di tengah arus modernisasi," katanya.

Menurut dia, antusiasme para peserta serta dukungan penuh dari masyarakat yang hadir memperlihatkan semangat kebersamaan dalam merawat kebudayaan daerah. 

"Melalui lomba melukis Tudung Saji ini kita ingin terus mengasah potensi seni serta menjaga kelestarian identitas budaya lokal yang ada di Bangka Selatan," ujarnya.

Tudung Saji kata dia, secara historis menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi adat Makan Ngedang masyarakat Bangka Belitung, kini ditransformasikan menjadi media seni yang bernilai estetika tinggi. 

Melalui goresan kuas dan perpaduan warna-warni cat, para peserta mengekspresikan kreativitas serta kecintaan mereka terhadap kekayaan budaya Nusantara, khususnya kearifan lokal Bangka Selatan. 

"Setiap sentuhan warna yang digoreskan di atas permukaan anyaman tudung saji tidak hanya menonjolkan keindahan visual, tetapi juga membawa pesan mendalam mengenai pentingnya menjaga identitas dan nilai-nilai tradisi leluhur," ujarnya.

Setelah melalui proses penilaian yang ketat oleh dewan juri, berdasarkan hasil rekapitulasi penilaian akhir ditetapkan Deni keluar sebagai Juara 1, disusul Daniel Ajang Syaiful sebagai Juara 2, dan Abdul Rahman meraih Juara 3. 

Pewarta: Rusdiyanto
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.