Bagikan:
JAKARTA - Bazar UMKM kini tidak lagi sekadar menjadi tempat berbelanja produk lokal. Di kota-kota besar, konsepnya terus berkembang menjadi lifestyle market, yakni ruang yang memadukan pengalaman berbelanja, hiburan, hingga interaksi dengan komunitas kreatif dalam satu destinasi.
Fenomena ini semakin terlihat di Jakarta, di mana berbagai curated market mulai menjadi pilihan masyarakat untuk menghabiskan waktu pada akhir pekan. Selain mencari produk yang unik, pengunjung juga datang untuk menikmati suasana, mengikuti workshop, menyaksikan pertunjukan, hingga bertemu langsung dengan para pelaku usaha lokal.
Tren tersebut turut mendorong hadirnya berbagai penyelenggara yang berupaya menciptakan pengalaman berbelanja yang lebih relevan dengan gaya hidup masyarakat urban. Salah satunya melalui RE by LOKALMADE yang digelar di PIK Avenue, Jakarta, pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026.
Menghadirkan lebih dari 50 brand lokal dari kategori fesyen, aksesori, kecantikan, produk gaya hidup, hingga kuliner, acara ini tidak hanya mempertemukan pelaku UMKM dengan konsumen, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku industri kreatif, kreator konten, pegiat fesyen, dan masyarakat umum.
RE merupakan bagian dari rangkaian LOKALMADE yang diinisiasi Byte Project. Tahun ini, konsep acara dikurasi bersama fashion stylist sekaligus creative director Aquinaldo Adrian untuk menghadirkan pengalaman yang lebih menyeluruh, tidak hanya berorientasi pada transaksi, tetapi juga memperkenalkan perkembangan industri fesyen lokal melalui berbagai aktivitas selama penyelenggaraan.
Founder Byte Project, Theo Derick, menilai peran bazar saat ini telah mengalami perubahan seiring berkembangnya kebutuhan pelaku usaha maupun pengunjung.
"Kami percaya sebuah bazaar tidak lagi hanya menjadi tempat untuk berjualan. Hari ini, event harus mampu menjadi platform yang membantu brand membangun awareness, memperkenalkan identitasnya, memperluas jaringan bisnis, hingga menciptakan pengalaman yang berkesan bagi pengunjung. Melalui RE, kami ingin menunjukkan bahwa brand lokal Indonesia memiliki kualitas yang mampu berdiri sejajar dengan brand internasional ketika diberikan panggung yang tepat," ungkap Theo.
Berbeda dengan bazar konvensional, lifestyle market kini lebih banyak menawarkan pengalaman yang melibatkan pengunjung. Mulai dari peragaan busana, sesi berbagi inspirasi mengenai gaya berpakaian, lokakarya kreatif, hingga pertunjukan musik menjadi bagian yang melengkapi aktivitas berbelanja.
Di RE misalnya, pengunjung dapat mengikuti tenant fashion show, styling session bersama Aquinaldo Adrian, workshop pembuatan bag charm, pertunjukan musik, hingga berbagai aktivitas interaktif yang membuat suasana bazar terasa lebih hidup.
BACA JUGA:
Menurut Aquinaldo Adrian, perkembangan brand lokal Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kualitas produk dalam negeri semakin mampu bersaing. Tantangannya kini adalah bagaimana memperluas eksposur agar semakin banyak masyarakat mengenalnya.
"Melalui ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk melihat kembali brand lokal bukan sekadar alternatif, melainkan pilihan utama yang memiliki karakter, cerita, dan kualitas yang patut diapresiasi. Harapannya, event ini dapat menjadi ruang yang mempertemukan kreativitas, komunitas, dan peluang baru bagi industri fashion lokal.
Perkembangan lifestyle market juga membuka peluang lebih besar bagi UMKM untuk membangun identitas merek. Tidak hanya menjual produk, pelaku usaha kini dituntut mampu menghadirkan cerita, konsep visual, hingga pengalaman yang membuat konsumen merasa lebih dekat dengan sebuah brand.
Dalam ajang RE, puluhan tenant dari berbagai kategori hadir membawa karakter masing-masing, mulai dari fesyen, kecantikan, aksesori, produk gaya hidup, hingga makanan dan minuman. Keberagaman tersebut mencerminkan semakin luasnya ekosistem industri kreatif lokal yang terus berkembang.
Selain menghadirkan tenant UMKM, penyelenggara juga menampilkan koleksi kain tenun dari Cita Tenun Indonesia sebagai bentuk apresiasi terhadap wastra Nusantara yang terus bertransformasi mengikuti perkembangan fesyen modern.
Tren lifestyle market menunjukkan bahwa ruang bagi UMKM saat ini tidak lagi terbatas pada aktivitas jual beli. Melalui konsep yang lebih terkurasi dan berbasis pengalaman, bazar berkembang menjadi tempat bertemunya kreativitas, komunitas, dan peluang baru yang memperkuat posisi brand lokal di tengah gaya hidup masyarakat urban.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+