Warta Ekonomi, Jakarta -
PT Bank Digital BCA (BCA Digital) terus memperkuat penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) dengan mendorong penggunaan layanan digital dan membangun ekosistem transaksi nasabah. Hingga saat ini, DPK perseroan telah mencapai Rp15,7 triliun.
Head of Retail & Digital Business Bank Digital BCA Edwin Tirta mengatakan, pertumbuhan DPK tidak semata-mata akan mengandalkan persaingan suku bunga. Perseroan justru fokus meningkatkan penggunaan layanan secara rutin agar nasabah menjadikan platform digital BCA Digital sebagai bagian dari aktivitas keuangan sehari-hari.
Menurut Edwin, tantangan ke depan adalah menciptakan lebih banyak kebutuhan transaksi atau use case yang dapat mendorong nasabah untuk terus menggunakan layanan BCA Digital.
“Kita tidak dalam kompetisi soal interest rate atau suku bunga yang paling tinggi. Kita fokus membangun use case-use case supaya masyarakat yang pakai terus rutin menggunakan platform kita,” ujar Edwin dalam perjalanan 5 tahun Blu di Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Edwin menilai kepercayaan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga pertumbuhan bisnis BCA Digital. Semakin banyak nasabah yang menggunakan layanan digital untuk berbagai kebutuhan transaksi, semakin besar pula peluang pertumbuhan DPK secara berkelanjutan.
“Walaupun jumlahnya belum ratusan triliun, harapan kita dari hal-hal kecil bisa terus tumbuh. Yang tumbuh adalah harapan dari pengguna juga,” katanya.
Strategi tersebut membuat BCA Digital tidak hanya berfokus pada besarnya dana yang berhasil dihimpun, tetapi juga pada seberapa aktif nasabah menggunakan layanan yang tersedia.
Hal ini tercermin dari peningkatan aktivitas transaksi nasabah sejak awal operasional. Edwin mencatat, tingkat penggunaan layanan BCA Digital yang sebelumnya berada di kisaran 20%-30% pada 2021, kini telah meningkat menjadi sekitar 52%-54% pada semester I-2026.
Baca Juga: Saham Bank Jumbo Rebound Usai Pergantian Menkeu, BRI hingga BCA Naik Kencang
Baca Juga: Setelah BCA dan BRI, Ultra Voucher Perluas Akses ke EDC Bank Lain
Baca Juga: Laba BTN Tumbuh 35,89% Jadi Rp2,71 Triliun hingga Agustus 2026
Menurut dia, peningkatan tersebut menunjukkan semakin banyak nasabah yang memanfaatkan layanan digital BCA Digital untuk kebutuhan transaksi.
“Ke depan kita upayakan terus bertumbuh seiring dengan pertumbuhan BCA Digital itu sendiri,” ujarnya.
Bidik Pertumbuhan DPK Lebih Tinggi
Sementara itu, Head of Corporate Planning BCA Digital Yoga T. Halim mengatakan, perseroan masih melihat ruang pertumbuhan DPK yang cukup besar hingga akhir 2026.
Hingga semester I/2026, DPK BCA Digital tercatat sebesar Rp15,7 triliun. Perseroan berharap penghimpunan dana tersebut dapat tumbuh lebih tinggi pada paruh kedua tahun ini.
“Pencapaian sampai tengah tahun tadi Rp15,7 triliun. Harapannya di sisa akhir tahun ini bisa bertumbuh double, dua kali lebih, atau mungkin bisa lebih,” ujar Yoga.
Untuk mendukung target tersebut, BCA Digital akan memperkuat jangkauan pasar melalui strategi branding digital. Perseroan melihat segmen layanan keuangan digital masih memiliki ruang ekspansi seiring dengan meningkatnya adopsi teknologi dalam aktivitas finansial masyarakat.
“Kita ingin memperbesar branding yang secara digital. Tetapi kita juga perlu mengetahui pasar dan memahami risikonya,” kata Yoga.