Lamongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Jawa Timur, mencatat produksi garam mencapai 1.317,18 ton hingga Agustus 2026 atau meningkat sekitar 880 ton dibandingkan capaian hingga Juli sebanyak 437 ton.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan Joko Nursiyanto mengatakan peningkatan produksi tersebut masih berpeluang berlanjut karena petambak memasuki periode puncak produksi pada triwulan IV, terutama Oktober dan November.
“Produksi garam memang memiliki musim yang relatif singkat. Mulai Agustus hingga November, dengan puncak produksi biasanya terjadi pada triwulan IV, terutama Oktober dan November,” katanya di Lamongan, Rabu.
Ia menjelaskan produksi garam Lamongan tahun ini ditargetkan mencapai 20.000 ton. Sentra produksi berada di Kecamatan Brondong yang meliputi Desa Sedayulawas, Lohgung, Labuhan, Brengkok, dan Sidomukti.
Produksi tersebut melibatkan 293 petambak yang tergabung dalam 26 Kelompok Usaha Garam Rakyat dengan total luas lahan tambak mencapai 217,33 hektare.
Sebelumnya, petambak garam Lamongan memperkirakan produksi 2026 lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya seiring kondisi cuaca yang mendukung proses produksi.
Dari sisi harga, garam di tingkat petambak pada September 2026 mencapai sekitar Rp1.500 per kilogram, meningkat dibandingkan Agustus yang berada di kisaran Rp1.000 per kilogram.
Joko mengatakan produksi garam masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain kerusakan sarana dan prasarana produksi, anomali cuaca, fluktuasi harga, serta keterbatasan regenerasi petambak.
Untuk mendukung produksi, Dinas Perikanan Lamongan memberikan bantuan 40 gerobak sorong dan 40 pasang sepatu bot kepada petambak pada 2026. Selain itu, sebanyak 28 roll geomembran difasilitasi untuk Desa Brengkok melalui bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2025.
“Kami terus memberikan pembinaan, pelatihan, serta dukungan sarana dan prasarana produksi kepada petambak,” katanya.
Pewarta: Alimun Khakim
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.