BCA Syariah Persiapkan Naik Kelas ke KBMI 2, Tunggu Suntikan Modal dari Induk |Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank BCA Syariah menyatakan siap naik ke kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 2 jika mendapat tambahan modal dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Perseroan mengaku telah menyiapkan infrastruktur dan kapasitas untuk mengantisipasi peningkatan modal tersebut.

Direktur BCA Syariah Lukman Hadiwidjaja mengatakan penguatan permodalan menjadi salah satu hal yang perlu disiapkan bank KBMI 1 menyusul imbauan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penguatan tersebut dapat dilakukan melalui konsolidasi, kolaborasi, penambahan modal secara organik, maupun secara anorganik.

“Yang paling penting bagi kita adalah bagaimana kita menyiapkan diri, termasuk rencana jangka panjang dan juga infrastruktur yang membuat kapasitas kita itu siap,” kata Lukman dalam Media Update Kinerja BCA Syariah Semester I 2026 di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Menurut Lukman, BCA Syariah telah menyiapkan kapasitas dan infrastruktur untuk mengantisipasi tambahan modal. Namun, keputusan mengenai penambahan modal berada di tangan BCA.

“Wewenang dari penambahan modal itu tidak di kita, tapi di BCA,” ujarnya.

Lukman mengatakan BCA Syariah siap apabila tambahan modal tersebut terealisasi sehingga perseroan dapat langsung masuk KBMI 2.

“Maka kita sudah sangat ready kalau tiba-tiba ada tambahan modal untuk kita langsung KBMI 2, alhamdulillah,” kata dia.

Menurut dia, peningkatan modal akan membuka ruang bagi BCA Syariah untuk memperluas layanan kepada masyarakat. Karena itu, perseroan juga menyiapkan infrastruktur dan kapasitas bisnis agar dapat mengikuti peningkatan skala usaha.

Selain modal, Lukman mengatakan bank KBMI 1 perlu memperkuat infrastruktur, kapasitas, dan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG).

BCA Syariah mencatatkan total aset Rp 20,7 triliun hingga Juni 2026, tumbuh 17,2 persen secara tahunan. Pembiayaan mencapai Rp 13,6 triliun atau tumbuh 20,5 persen, sedangkan dana pihak ketiga mencapai Rp 15,39 triliun atau meningkat 10,2 persen.