Bernard van Aert Jadi Polisi Jalur Prestasi, Kini Bidik Medali Asian Games

Jakarta -

Bernard Benyamin van Aert punya status baru di luar lintasan balap sepeda. Peraih medali SEA Games 2025 itu kini menjadi anggota kepolisian melalui jalur prestasi.

Prestasi Bernard di SEA Games 2025 Thailand mengantarkannya masuk dalam gelombang pertama rekrutmen anggota kepolisian melalui jalur prestasi tahun ini.

"Jadi polisi dapat karena SEA Games. Iya. Awal tahun itu untuk seleksi pusatnya karena kami gelombang pertama dari jalur prestasi," kata Bernard kepada pewarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menjadi anggota kepolisian membuat Bernard harus menjalani pendidikan dan melewatkan sejumlah agenda balap. Salah satunya Kejuaraan Nasional Track yang digelar di Jakarta International Velodrome pada Juli lalu.

"Jadi ada beberapa balapan yang akhirnya saya tidak ikut, seperti Kejurnas kemarin yang seharusnya ikut. Jadi di dalam benar-benar tak bisa olahraga, tapi mengikuti semua proses di akademi kepolisian," ujarnya.

Bagi Bernard, menjadi polisi bukan sesuatu yang pernah dibayangkan sebelumnya. Namun, atlet berusia 29 tahun itu menyadari karier sebagai atlet tidak bisa berlangsung selamanya.

"Enggak kebayang sama sekali (jadi polisi). Tapi rezekinya. Kalau mengikuti pribadi pasti ingin prestasi terus. Cuma sebelum ambil polisi kan bertanya ke keluarga, apa semua, dan mereka support," tutur peraih medali perunggu SEA Games 2025 ini.

Bernard pun harus beradaptasi dengan dua hal yang berbeda, yakni karier sebagai atlet dan masa depannya di kepolisian.

"Ya penyesuaian lah karena selain menjadi atlet, pasti ada pemikiran juga untuk masa depan. Memang dua hal yang berbeda, ya kaget pasti, agak sulit juga pasti. Dijalani saja," lanjut Bernard.

Setelah menjalani pendidikan kepolisian, Bernard kini kembali mengonsentrasikan diri ke Asian Games 2026. Di pesta olahraga terbesar se-Asia tersebut, Bernard akan tampil di disiplin track dengan mengikuti dua nomor, yakni team pursuit dan omnium.

Bernard membidik medali untuk Indonesia. Pada dua edisi Asian Games sebelumnya, 2018 dan 2022 yang digelar pada 2023, ia belum berhasil meraihnya. "Saya ingin mendapatkan medali," katanya.

Setelah Asian Games, Bernard juga membidik Olimpiade Los Angeles 2028. Namun, ia mengakui jalannya masih berat karena tertinggal dalam perhitungan poin kualifikasi.

Perhitungan poin Olimpiade sudah mulai masuk pada World Championship mendatang. Sementara itu, Bernard harus mengejar ketertinggalan karena sebelumnya melewatkan sejumlah event akibat pendidikan dan proses seleksi kepolisian.

"Untuk World Championship besok sudah mulai masuk perhitungan poin. Cuma kayaknya masih berat karena belum mengikuti event dan ada pendidikan dan seleksi jadi agak sedikit tertinggal. Enggak tahu tahun depan, ya harus lebih ekstra lagi cari poinnya," pungkas Olimpian Paris 2024 itu.

(mcy/krs)