BI Purwokerto dorong ekonomi syariah inklusif di Banyumas Raya

Purwokerto (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto mendorong penguatan ekonomi syariah yang inklusif di wilayah Banyumas Raya melalui Semarak Festival Ekonomi Syariah Eks Keresidenan Banyumas (Selaras) dan Festival Literasi 2026.

Kepala KPwBI Purwokerto Aswin Gantina di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat sore, mengatakan kegiatan yang berlangsung hingga Minggu (6/9) menjadi wadah kolaborasi pemerintah daerah bersama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) syariah dari Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Cilacap, dan Banjarnegara.

"Kami sangat mengapresiasi pemerintah daerah dan UMKM yang bersama-sama menyelenggarakan kegiatan ini. Produk pelaku usaha syariah dari empat kabupaten, mulai makanan hingga fesyen, ada semua di sini," katanya setelah pembukaan Selaras dan Festival Literasi yang digelar di Area Kolam Retensi Purwokerto

Ia mengatakan Selaras tidak hanya ditujukan bagi pelaku usaha, juga masyarakat luas sehingga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian Banyumas Raya.

Ia meminta pelaku usaha yang berpartisipasi menggunakan QRIS dalam transaksi selama kegiatan agar jumlah dan nilai transaksi dapat tercatat serta bisa disampaikan saat penutupan kegiatan.

Menurut dia, keberhasilan Selaras tidak hanya diukur dari nilai transaksi, juga dari keterlibatan dan inklusivitas pelaku usaha serta masyarakat.

"Syariah ini bukan masalah agama, tetapi masalah nilai-nilai keadilan, transparansi, dan keseimbangan. Siapa pun bisa mengadopsi nilai-nilai ini," katanya.

Ia mengatakan penerapan nilai syariah juga dapat diperluas melalui pariwisata ramah Muslim, antara lain dengan memastikan informasi kehalalan makanan tersedia serta fasilitas ibadah memadai.

Baca juga: BI: Ekonomi Banyumas Raya tumbuh di tengah risiko kekeringan

Baca juga: BI: Kinerja ekonomi Banyumas Raya tumbuh signifikan

Sementara dalam sambutan saat pembukaan kegiatan, Aswin mengatakan Selaras 2026 mengusung tema "Sinergi dan Transformasi Digital Ekonomi dan Keuangan Syariah untuk Mengakselerasi Perekonomian Banyumas Raya" dan menjadi bagian dari rangkaian menuju Festival Ekonomi Syariah Jawa Tengah serta Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF).

“Sektor halal value chain Indonesia pada 2025 tumbuh 6,21 persen secara tahunan. Sementara indeks literasi ekonomi dan keuangan syariah meningkat menjadi 50,18 persen dari 42,84 persen, meskipun indeks inklusinya masih 16,95 persen,” katanya.

Pihaknya mendorong pengembangan UMKM, usaha syariah, kemandirian ekonomi pesantren, serta halal value chain di Banyumas Raya.

Hingga 2026, kata dia, terdapat 19 pelaku usaha syariah yang difasilitasi dan 29 pesantren tergabung dalam Kumpulan Ekonomi Bisnis Pesantren Banyumas Raya.

“BI juga memfasilitasi penguatan jaminan produk halal yang hingga 2026 menghasilkan 18 sertifikasi halal rumah potong ayam/rumah potong unggas (RPH/RPU), 26 juru sembelih halal, dan 78 penyelia halal atau P3H. Selain itu, nilai bisnis matching syariah tercatat Rp500 juta,” kata Aswin

Sementara Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Banyumas Junaidi mengatakan ekonomi syariah terbuka bagi seluruh masyarakat karena mengedepankan nilai keadilan, kejujuran, kemaslahatan, dan kebermanfaatan.

Ia mengajak pemerintah, perbankan, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat memperkuat kolaborasi agar potensi ekonomi Banyumas Raya semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca juga: Bupati Banyumas dorong ekonomi syariah jadi motor pertumbuhan daerah

Baca juga: BI: Sektor industri dan belanja pemerintah pacu ekonomi Banyumas Raya

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.