Bikin Merinding! 5 Aturan Unik dan Kontroversial di Korea Utara

Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Korea Utara (Korut) dikenal sebagai salah satu negara paling tertutup di dunia. Di bawah kepemimpinan Kim Jong Un, masyarakatnya hidup dengan berbagai aturan ketat yang mengatur hampir seluruh aspek kehidupan, mulai dari cara berpakaian hingga hiburan yang boleh dinikmati.

Sejumlah kebijakan yang diterapkan pemerintah Pyongyang bahkan dinilai berlebihan oleh sebagian pihak. Aturan tersebut mencerminkan kuatnya upaya pemerintah dalam mengendalikan perilaku masyarakat sekaligus membatasi pengaruh budaya asing.

Berikut lima larangan tak biasa yang pernah diberlakukan di Korea Utara, seperti dirangkum dari CNBC Indonesia.

1. Larangan tertawa saat berkabung

Otoritas Korut sempat memberlakukan larangan tertawa selama 11 hari pada Desember tahun lalu. Hal ini dikarenakan Pyongyang yang saat itu sedang berkabung memperingati 10 tahun kematian Pemimpin Korut kedua sekaligus ayah dari Kim Jong Un, Kim Jong Il.

"Selama masa berkabung, kita tidak boleh minum alkohol, tertawa atau terlibat dalam kegiatan rekreasi," ujar seorang penduduk kota perbatasan timur laut Sinuiju.

Untuk menertibkan aturan ini, Pyongyang juga meminta pihak kepolisian untuk melakukan pengawasan ketat. Polisi akan memperhatikan setiap orang yang tidak memperlihatkan perasaan berduka di depan umum.

2 Larangan Mendengar musik K-pop

Segala hal yang berhubungan dengan budaya Barat dilarang, termasuk musik K-pop. Polisi disebut bakal menindak keras mobil yang menggunakan kaca jendela berwarna gelap demi menjaring masyarakat Korut yang diam-diam menonton video dari media Korea Selatan (Korsel).

Selain Kpop, warga Korut juga diketahui dilarang mendengar musik-musik dan hasil kebudayaan lainnya yang berasal dari Barat dan Jepang.

Korea Utara mengeksekusi mati seorang pemuda berusia 22 tahun di depan publik pada tahun 2022 karena ketahuan mendengarkan 70 lagu Korea Selatan (K-pop), menonton tiga film, dan mendistribusikannya.

3. Larangan menggunakan jeans

Warga Korea Utara diperbolehkan pakai jeans namun harus yang berwarna gelap seperti hitam. Hal ini diberlakukan lantara otoritas negara itu menganggap bahwa jeans berwarna biru sebagai lambang kapitalisme dari Amerika Serikat (AS) yang merupakan lawan dari Korut.

4. Larangan memotong rambut dengan gaya asing

Selain pakaian, Korut juga menindak tegas warga yang ketahuan merias rambutnya dengan model dan gaya negara lain. Hal ini juga dilakukan agar warga negara itu tidak terkontaminasi dengan budaya Barat.

5. Larangan keluar negeri kecuali keperluan dinas

Dalam laman yang bercerita terkait Korut, NK News, seorang pelarian dari negara itu mengatakan Pemerintah Pyongyang tidak menyetujui warganya pergi ke luar negeri tanpa izin. Para elit tidak terkecuali dalam aturan ini.

Dalam beberapa kasus, menjadi elit dapat membuat lebih sulit untuk pergi ke luar negeri. Kader top di Partai Buruh Korea menghadapi pembatasan perjalanan ke luar negeri karena takut akan membelot.

"Para elit yang bekerja di sektor-sektor seperti ekonomi, diplomasi, keamanan nasional, dan mesiu diberi izin untuk pergi ke luar negeri hanya jika pekerjaan mereka mengharuskan mereka melakukannya," ujar salah seorang warga pelarian Korut bernama Lee.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]