BKK Lampung sebut skrining kesehatan penumpang cegah persebaran penyakit

BKK Lampung sebut skrining kesehatan penumpang cegah persebaran penyakit

Rabu, 12 Agustus 2026 17:26 WIB

Image Print

Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Panjang Lampung Nur Purwoko Widodo memberi keterangan terkait skrining kesehatan di simpul transportasi. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.

Skrining kesehatan bagi pelaku perjalanan, khususnya dari luar negeri

Bandarlampung (ANTARA) - Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Panjang Lampung menyatakan adanya kegiatan skrining atau penapisan kesehatan di simpul transportasi untuk mencegah persebaran penyakit menular masuk ke daerah.

"Electronic health alert card sekarang tidak digunakan lagi, sebab semua dari sisi pemeriksaan kesehatan terintegrasi dalam All Indonesia dan melalui, dan ini jadi alat deteksi dini terhadap penyakit menular," ujar Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Panjang Lampung Nur Purwoko Widodo di Bandarlampung, Rabu.

Ia mengatakan, untuk memastikan tidak ada persebaran penyakit menular yang masuk melalui tingginya mobilitas di simpul transportasi, pihaknya pun rutin melakukan skrining atau penapisan kepada pelaku perjalanan.

"Skrining kesehatan bagi pelaku perjalanan, khususnya dari luar negeri, dilakukan untuk melihat indikasi ada tidaknya pelaku perjalanan atau kru yang menderita sakit akibat penyakit menular yang dikhawatirkan menyebar. Upaya penapisan ini supaya penyakit ini tidak menyebar di masyarakat," katanya.

Dia menjelaskan, setelah melakukan skrining kesehatan di simpul transportasi, pihaknya juga akan melakukan penanganan lanjutan bila ada pelaku perjalanan yang terindikasi mengalami sakit dan berpotensi menular menjadi wabah.

Penanganan tersebut dilakukan dengan kerjasama bersama rumah sakit, fasilitas pelayanan kesehatan ataupun shelter yang ditetapkan di tingkat provinsi.

"Berkaca dari kasus COVID-19 beberapa tahun lalu, bagaimana bandara, pelabuhan dan pos lintas batas darat negara dilakukan skrining kesehatan ketat. Ini tetap dilakukan dan berlanjut sampai sekarang untuk mencegah serta langkah deteksi dini penyakit menular," ucap dia.

Menurut dia, bila untuk perjalanan domestik, berdasarkan laporan belum ditemukan keterjangkitan pelaku perjalanan terhadap penyakit yang berpotensi menjadi wabah yang ditemukan berbagai simpul transportasi di Lampung.

"Selama libur sekolah kemarin saja, semua terkendali. Dan kebetulan di Lampung penerbangan belum ada penerbangan rutin langsung dari luar negeri," tambahnya.

Menurut dia, bila selama pelaksanaan skrining kesehatan bagi pelaku perjalanan ditemukan potensi persebaran penyakit menular, pihaknya pun telah siap untuk berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat untuk tindak lanjut penanganan melalui pemberian notifikasi khusus.

"Contohnya kemarin baru selesai periode haji, kami melakukan skrining dan Lampung untungnya bukan embarkasi utama sehingga. Saat jamaah datang sudah ditapis dari Bandara Soekarno-Hatta dan saat ada yang sakit langsung dilakukan penanganan dengan merujuk ke rumah sakit terdekat," ujar dia.

Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.