BMKG tingkatkan literasi cuaca nelayan lewat SLCN di Bekasi

Jakarta (ANTARA) - Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meningkatkan literasi cuaca nelayan lewat Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) Provinsi Jawa Barat 2026 di Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.

Sekretaris Utama BMKG Guswanto dalam keterangan di Jakarta, Kamis, mengemukakan literasi cuaca dan iklim, khususnya bagi nelayan penting karena informasi cuaca maritim, antara lain prakiraan gelombang, arus, dan angin perlu terus disosialisasikan agar dapat dipahami dan dimanfaatkan secara optimal oleh nelayan.

"BMKG memproduksi informasi cuaca maritim, seperti prakiraan gelombang dan arus serta prakiraan angin. Dengan adanya SLCN ini, kami ingin semakin menyosialisasikan bagaimana produk-produk BMKG dapat dimanfaatkan oleh para nelayan," ujarnya.

Ia menjelaskan pemahaman terhadap informasi cuaca dapat membantu nelayan menentukan waktu melaut dengan lebih baik, meningkatkan keselamatan, dan mengoptimalkan hasil tangkapan. Peserta SLCN juga diharapkan dapat meneruskan pengetahuan tersebut kepada nelayan lainnya.

Wakil Ketua Komisi V DPR Saiful Huda menilai SLCN memberikan manfaat langsung bagi nelayan karena membantu mendekatkan informasi BMKG yang selama ini belum sepenuhnya menjangkau masyarakat nelayan. Salah satu materi yang diberikan ialah pemanfaatan Indonesia Weather Information for Shipping (Inawis) untuk memahami informasi mengenai potensi wilayah penangkapan ikan.

"Saya menyampaikan apresiasi kepada BMKG karena kegiatan SLCN ini sangat bermanfaat dan dirasakan langsung oleh para nelayan," ucapnya.

Baca juga: BMKG ajak nelayan manfaatkan aplikasi INA-WIS demi keamanan di laut

Ia mendorong BMKG memperluas pelaksanaan SLCN ke berbagai daerah karena peningkatan kapasitas nelayan dalam memahami informasi cuaca menjadi salah satu langkah penting mendukung program ketahanan pangan pemerintah.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi Nayu Kulsum mengatakan kegiatan tersebut menambah wawasan nelayan mengenai informasi dan produk BMKG, terutama yang berkaitan dengan keselamatan saat melaut.

Pemkab Bekasi berharap, SLCN dapat diperluas ke wilayah pesisir lainnya, khususnya Muara Gembong yang memiliki banyak nelayan dan aktivitas perikanan cukup tinggi.

Pemanfaatan Inawis juga dinilai dapat membantu nelayan menentukan wilayah potensial penangkapan ikan sehingga aktivitas melaut menjadi lebih efektif.

Salah seorang nelayan tangkap asal Tarumajaya, Nurain, mengaku memperoleh manfaat dari pelatihan tersebut.

Sebelum mengikuti SLCN, ia mengaku belum memahami secara mendalam informasi mengenai cuaca, arus laut, angin, dan gelombang.

"Manfaatnya banyak sekali. Awalnya kami tidak mengetahui banyak tentang cuaca, arus laut, angin, dan gelombang. Di kegiatan SLCN ini kami diajarkan cara membaca informasi tersebut sehingga kami bisa melaut dengan lebih aman dan tenang," ujarnya.

BMKG berharap, peningkatan literasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika melalui SLCN dapat mendukung keselamatan pelayaran sekaligus meningkatkan efektivitas penangkapan ikan sehingga nelayan menjadi lebih tangguh, produktif, dan sejahtera.

Baca juga: Pemkab Cilacap: SLCN perkuat sektor perikanan dan ekonomi pesisir

Baca juga: BMKG tingkatkan kapasitas nelayan Natuna melalui sekolah lapang cuaca

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.