BNN sita 12,3 ton narkotika per Juli, selamatkan 48,3 juta jiwa dari ancaman bahaya - ANTARA News Bengkulu

Bogor, Jawa Barat (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menyita lebih dari 12,3 ton barang bukti narkotika sepanjang Oktober 2024 hingga Juli 2026 sehingga berhasil menyelamatkan 48,3 juta jiwa.

Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengatakan angka tersebut bukan hanya sekadar statistik.

"Di balik setiap kilogram narkotika yang berhasil dicegah untuk beredar, ada keluarga yang dapat diselamatkan. Ada ruang kehidupan masyarakat yang berhasil kami lindungi," ucap Komjen Pol. Suyudi dalam acara Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional 2026 di Bogor, Jawa Barat, Kamis.

Baca juga: Seskab Teddy dan Kepala BNN diskusi peredaran gelap narkoba

Dari penyitaan tersebut, ia mengungkapkan perputaran ekonomi senilai Rp16,5 triliun diberhentikan dan sebesar Rp165 miliar aset Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) diamankan.

Suyudi menyampaikan penyitaan dilakukan melalui beberapa operasi strategis, di antaranya operasi kawasan rawan narkotika yang dilaksanakan di 34 provinsi seluruh Indonesia.

Lewat operasi dimaksud, BNN mengamankan 1.259 tersangka, menyita 126,3 kilogram sabu; 12,7 kilogram ganja; 1.428 butir pil ekstasi; uang tunai mencapai Rp1,5 miliar dan logam mulia; 64 senjata tajam; serta 19 pucuk senjata api.

Baca juga: Respons lagu viral "Siti Mawarni", BNN gerebek bandar sabu di Labuhan Batu UtaraBaca juga: Respons lagu viral "Siti Mawarni", BNN gerebek bandar sabu di Labuhan Batu Utara

Kemudian, sambung dia, pihaknya juga telah dilakukan penangkapan buronan internasional di Sihanoukville, Kamboja, bernama Dewi Astutik, yang telah menyelundupkan dua ton sabu.

"Keberhasilan ini menunjukkan bahwa batas negara tidak boleh menjadi pelindungan bagi pelaku kejahatan narkotika," ucap dia.

Selain itu, dia menuturkan terdapat pula pembongkaran laboratorium gelap narkotika alias clandestine lab di Gianyar, Bali, yang melibatkan warga negara Rusia.

Melalui operasi tersebut, BNN berhasil menyita narkotika golongan I Mephedrone dengan total berat bruto 7,8 kilogram; prekursor padat 2,6 kilogram; serta cairan kimia 219,7 liter.

Baca juga: BNN pantau tren penyalahgunaan tramadol yang viral di media sosial

"Operasi strategis lainnya turut dilakukan BNN melalui operasi bersama Polri dan Bea Cukai di Gresik, Jawa Timur," ujarnya.

Dengan langkah itu, Kepala BNN menyebut pihaknya berhasil mengungkap penyelundupan sekitar 3,37 ton cannabis buds atau kuncup bunga tanaman ganja yang telah dikeringkan.

Berdasarkan estimasi perhitungan BNN, pengungkapan tersebut telah mencegah potensi penyalahgunaan terhadap lebih dari 22,74 juta jiwa generasi bangsa sekaligus mencegah potensi kerugian ekonomi hingga mencapai Rp65,12 miliar.

"Artinya, kami bukan hanya menggagalkan penyelundupan narkotika, tetapi sedang menyelamatkan manusia, menyelamatkan keluarga, melindungi generasi muda, dan menjaga masa depan Indonesia," tutur Suyudi.

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.