Jakarta (ANTARA) - BYD secara resmi meluncurkan kampanye rekrutmen besar-besaran untuk kantornya yang berada di Zona Kerja Sama Khusus Shenshan (Shenzhen–Shantou).
Laman Carnewschina, Rabu (22/7) waktu setempat melaporkan perusahaan menargetkan perekrutan lebih dari 9.000 karyawan untuk mengisi berbagai posisi di pabrik komponen Ebu dan fasilitas manufaktur kendaraan Xiaomo. Posisi yang dibuka mencakup berbagai jenjang, mulai dari operator, staf teknis, inspektur kualitas, hingga tenaga manajemen.
Ekspansi ini dilakukan seiring lonjakan signifikan permintaan internasional terhadap produk BYD. Pada 2025, penjualan kendaraan penumpang dan pikap BYD di luar negeri mencapai 1,05 juta unit, meningkat 145 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada paruh pertama 2026, penjualan luar negeri mencapai sekitar 789.400 unit, naik 70 persen secara tahunan, dengan target penjualan tahunan sebesar 1,5 juta unit.
Baca juga: BYD buka suara soal Tang EV dengan motor listrik hampir copot di jalan
Program rekrutmen ini mencakup beberapa divisi di basis Shenshan, divisi ke-11 BYD (Kawasan Xiaomo) membutuhkan 4.800 karyawan untuk posisi seperti pekerja pelat logam, teknisi pelapis interior, dan staf gudang.
Divisi ke-15 BYD (Kawasan Xiaomo) membutuhkan 1.200 karyawan untuk posisi seperti operator perakitan, teknisi pengelasan, dan teknisi foaming. Sementara divisi ke-15 BYD (Kawasan Ebu) membutuhkan 2.000 karyawan untuk posisi seperti operator, penyetel mesin, dan juru las.
Paket kompensasi yang ditawarkan BYD, untuk operator umum, gaji mulai dari 5.000 yuan (sekitar Rp13,2 juta) per bulan, posisi teknis atau spesialis seperti juru las dan teknisi listrik diupah 10.000 yuan (kisaran Rp26,4 juta) per bulan. Selain itu, bayaran untuk teknisi senior atau desainer cetakan berkisar antara 15.000 hingga 20.000 yuan (Rp39,6 – Rp52,8 juta) per bulan.
Kawasan Industri Otomotif BYD Shenshan merupakan salah satu pabrik penting bagi perusahaan. Fasilitas itu memproduksi model-model menengah hingga premium yang populer seperti Fang Cheng Bao Tai 7 (FCB Ti7), serta model yang berfokus pada pasar ekspor seperti Song Plus dan Song Pro.
Tahun lalu, fasilitas ini memproduksi lebih dari 300.000 kendaraan. Setelah beroperasi penuh, kawasan ini diproyeksikan memiliki nilai output tahunan sebesar 220 miliar yuan (Rp581,8 miliar).
Perekrutan besar-besaran itu sejalan dengan strategi ekspansi global BYD. Perusahaan terus memperluas lokalisasi produksinya di berbagai negara.
Di Brasil, pabrik lokal BYD baru saja merayakan produksi kendaraan energi baru ke-100.000, dengan jumlah tenaga kerja kini melebihi 5.500 orang.
Di Hongaria, pembangunan pabrik kendaraan penumpang pertama BYD di Eropa sedang berlangsung di Szeged. Sementara di Thailand, pabrik Rayong, yang merupakan basis produksi kendaraan penumpang pertama BYD di luar negeri, saat ini telah memproduksi lima model, yaitu BYD Dolphin, Atto 3, Seal 5 DM-i, Sealion 5 DM-i, dan Sealion 6 DM-i.
Menurut China Association of Automobile Manufacturers, ekspor kendaraan dari China melampaui 1 juta unit hanya pada bulan Juni, sementara total ekspor pada paruh pertama 2026 telah melebihi 5 juta unit, meningkat 65,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sejumlah eksportir utama meliputi Chery, BYD, SAIC, Geely, dan Changan.
Baca juga: BYD ingin melampaui Toyota dalam lima tahun
Baca juga: Honda tangguhkan buka pabrik kendaraan listrik di Kanada
Baca juga: GAC pertegas arah di Indonesia lewat penguatan teknologi & manufaktur
Baca juga: Penjualan EV lambat, Toyota tunda bangun pabrik baterai di Jepang
Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
- Tags
- byd
- rekrutmen byd
- lowongan byd