BP Batam: Hilirisasi timah berkembang ke industri elektronik
Jumat, 11 September 2026 17:58 WIB
Penandatangan nota kesepahaman (MoU) Kerja Sama antara PT Solder Team Andalan Indonesia (STANIA) dengan Asahi Corporation untuk hilirisasi produk timah di Batam, Kepri, Jumat (11/9/2026). ANTARA/Angiela
Batam (ANTARA) - Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menyebut hilirisasi industri timah di kota itu mulai berkembang ke berbagai produk turunan, salah satunya untuk mendukung kebutuhan industri elektronik yakni solder paste.
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait mengatakan kerja sama PT Solder Team Andalan Indonesia (STANIA) dengan Asahi Solder dalam pengembangan produk berbasis timah menjadi langkah penting dalam memperluas hilirisasi komoditas.
“Ini merupakan langkah luar biasa untuk investasi di Batam. Kami melihat hilirisasi timah tidak lagi berhenti pada material, tetapi sudah masuk ke tahap pengolahan menjadi produk yang dibutuhkan industri,” kata Ariastuty di Batam, Jumat.
Sebagai informasi, solder paste atau pasta solder digunakan dalam proses perakitan komponen elektronik.
Menurut dia, kerja sama tersebut juga menunjukkan semakin beragamnya produk industri yang dapat dikembangkan di Batam.
“Ini juga akan nantinya ekspor lebih dari 100 ton di tahun 2027 mungkin ya. Kita ekspektasikan dengan pertumbuhan ekonomi akan semakin maju lagi dan semakin tinggi lagi, dan adanya keberagaman produk-produk yang dihasilkan di Batam,” ujarnya.
BP Batam menilai diversifikasi produk industri akan turut memperkuat struktur perekonomian Batam seiring bertambahnya investasi dan aktivitas manufaktur.
“Untuk hilirisasi industri timah di Batam, kan materialnya didatangkan dari luar, masuk di Batam, lalu diolah dan diekspor ke luar jadi kami melihat ada hilirisasi tersebut,” kata dia.
Sementara itu, Direktur Utama Arsari Tambang sekaligus Wakil Presiden Direktur Arsari Group Aryo P. S. Djojohadikusumo mengatakan pengembangan produk solder tersebut menjadi bagian dari upaya membangun rantai pasok industri elektronik di dalam negeri, terutama seiring berkembangnya kebutuhan teknologi kecerdasan buatan (AI).
STANIA merupakan bagian dari Arsari Tambang yang memiliki fokus pada pengembangan industri solder dan material pendukung elektronik.
“Tahun ini kami juga sedang membangun pabrik pertama di Indonesia untuk GPU (Graphics Processing Unit) assembling, untuk merakit GPU dari mitra-mitra kami seperti Nvidia dan AMD. Membangun ekosistem AI tidak hanya membutuhkan computing dan connectivity, tetapi juga membutuhkan industri dan supply chain pendukungnya,” kata Aryo.
Menurut dia, kerja sama dengan Asahi Solder dibutuhkan untuk mempercepat pengembangan rantai pasok tersebut karena perusahaan itu memiliki pengalaman dan kapabilitas internasional dalam soldering serta electronic interconnect materials.
“Sudah waktunya Indonesia tidak lagi bergantung pada harga dunia, tetapi membangun ekosistem sendiri sehingga nilai tambah dari seluruh hasil tambang Indonesia bisa kita dapatkan. Itu yang kita maksud dari hulu ke hilir,” ujarnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BP Batam sebut hilirisasi timah berkembang ke industri elektronik
Pewarta : Amandine Nadja
Editor:
Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.