Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat terus aktif dalam mengendalikan inflasi di daerah di antara langkah nyata melalui pasar murah yang langsung dilaksanakan di kantor desa.
"Hari ini dilaksanakan pasar murah di Desa Sendoyan, Kecamatan Sejangkung. Kegiatan untuk mengendalikan inflasi komoditas strategis," ujar Bupati Sambas, Satono saat dihubungi di Sendoyan, Jumat.
Ia menjelaskan dengan pasar murah langsung di desa untuk mendekatkan akses masyarakat untuk mendapatkan harga yang murah sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.
Hanya saja untuk di Desa Sendoyan, awalnya paket pasar murah yang terdiri masing-masing 5 kg beras, 1 kg gula pasir, dan 1 liter minyak goreng senilai Rp75.000 ditebus dengan harga diskon, namun akhirnya digratiskan karena ditanggung Bupati Sambas.
“Saya yang bayar. Nilai satu paket ini Rp75. 000. Ada 500 paket. Hari ini saya bantu itu sehingga warga tidak perlu membayar," kata dia.
Selain pasar dilakukan juga cek kesehatan gratis bagi warga dari Puskesmas Sejangkung dan Dinkes Kabupaten Sambas. Dalam kesempatan itu penerima baik sebelum atau sesudah, bisa melakukan cek kesehatan gratis.
Sementara itu, Pj Kepala Desa Sendoyan, Fuji Wismono menyambut baik dan mengapresiasi kepedulian Bupati Sambas karena telah menghadirkan pasar murah bagi warga. Hal itu sangat membantu daya beli atau memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Berterima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Sambas yang hadir langsung dalam kegiatan pasar murah. Program ini sangat membatu warga. Apalagi digratiskan oleh Bupati Sambas," ucap dia.
Dalam kesempatan itu ia juga menyampaikan usulan pembangunan desa seperti pemberian aspal jalan setapak dan perbaikan jalan status kabupaten di Dusun Batu Layar. Menurutnya usulan tersebut direspon positif dari Bupati.
"Atas nama pemerintah desa dan warga Sendoyan kami ucapkan terima kasih," ucapnya.
Berdasarkan data BPS, angka inflasi di Kalimantan Barat (Kalbar) mencapai 3,65 persen pada Agustus 2026. Secara tahunan, inflasi Kalbar tercatat sebesar 2,83 persen hingga Agustus 2026. Inflasi ini dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta transportasi.
Pewarta: Dedi
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.