BPBD Lombok Timur mengintensifkan penyaluran bantuan air bersih

Lombok Timur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengintensifkan penyaluran air bersih kepada warga di wilayah yang mengalami kekeringan dampak musim kemarau 2026.

"Hingga pertengahan September ini puluhan tangki air bersih telah didistribusikan kepada masyarakat," kata Kepala Pelaksana BPBD Lombok Timur Lalu Mulyadi di Lombok Timur, Kamis.

Ia mengatakan permintaan penyaluran air bersih meningkat dalam beberapa minggu terakhir dampak El Nino sesuai laporan yang masuk dari pemerintah kecamatan.

"Sampai dengan saat ini sudah kurang lebih 30 tangki air yang telah disalurkan," ujarnya.

Ia menjelaskan untuk saat ini sebagian besar permintaan datang dari Kecamatan Jerowaru dan sasaran utama bantuan adalah wilayah yang belum tersentuh jaringan pelayanan air bersih atau PDAM maupun SPAM (Sistem pengolahan air minum).

"Sekarang ini ada dua desa yang menjadi atensi BPBD untuk Kecamatan Jerowaru, yaitu Desa Sekaroh dan Desa Seriwe. Itu yang paling intens," jelasnya.

Selain Jerowaru, permintaan air bersih juga datang dari Desa Keselet di Kecamatan Montong Gading dan Desa Jeringo di Kecamatan Pringgabaya.

Sementara untuk Desa Selaparang, pihaknya masih menunggu permintaan resmi dari pemerintah desa atau kecamatan, mengingat wilayah tersebut juga terdampak kekeringan pada tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan ada enam desa yang menjadi sasaran bantuan air bersih saat ini di antaranya Desa Sekaroh, Desa Seriwe, Desa Keselet, Desa Jeringo, Desa Selaparan dan Desa Tetenatu Selatan

Ia mengatakan status kebencanaan di Lombok Timur hingga saat ini masih dalam kategori waspada, belum masuk siaga apalagi darurat bencana.

"Lombok Timur hingga saat ini belum masuk darurat bencana, masih kategori waspada. Belum ada kabupaten yang berstatus darurat karena intensitas dinilai masih normal," ujarnya.

"Puncak kekeringan biasanya terjadi pada Oktober," katanya.

Berdasarkan prediksi BMKG kemarau tahun ini intensitas moderat, tidak terlalu tinggi, namun durasinya lebih panjang hingga Desember 2026.

"Kalau dulu November berakhir, kalau sekarang prediksi sampai Desember. Tapi tidak terlalu tinggi," katanya.

Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026