Bappisus sebut proyek PSEL Rp2,8 triliun harus dipertanggungjawabkan - ANTARA News Megapolitan

Kabupaten Bogor (ANTARA) - Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto mengingatkan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 senilai Rp2,8 triliun harus dapat dipertanggungjawabkan.

"Proyek ini pun juga menyerap dana kalau tidak salah Rp2,7 atau Rp2,8 triliun. Ini uang rakyat. Mohon dipertanggungjawabkan setiap bidang, setiap departemen, setiap lini," kata Aris dalam peresmian pembangunan PSEL Bogor Raya 1 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis.

Ia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam proyek tersebut mengedepankan pengabdian kepada masyarakat dan tidak menjadikan pembangunan PSEL sebagai sarana mencari keuntungan pribadi.

Menurut Aris, Presiden Prabowo Subianto juga terus mengingatkan jajaran pemerintahan untuk menjaga integritas dalam menjalankan program pembangunan.

Aris mengatakan pemerintah saat ini memberikan perhatian terhadap empat sektor fundamental pembangunan, yakni pangan dan air, energi, teknologi, serta lingkungan.

Ia menilai pembangunan PSEL menjadi salah satu terobosan yang mengintegrasikan tiga sektor sekaligus, yaitu energi, teknologi, dan lingkungan untuk menyelesaikan persoalan sampah.

Menurut dia, persoalan sampah telah menjadi masalah mendesak selama puluhan tahun sehingga membutuhkan kolaborasi berbagai pihak untuk menghasilkan solusi.

"Hal seperti ini saya mohon kepada seluruh kementerian/lembaga terkait untuk selalu koordinasi, komunikasi, kolaborasi supaya sinergis dan harmonis sehingga tercipta teknologi-teknologi, terobosan-terobosan yang kemarin menjadi bottleneck," kata Aris.

Ia juga menyinggung teknologi pirolisis yang dapat dimanfaatkan untuk mengolah timbunan sampah lama menjadi sumber energi, antara lain bahan bakar menyerupai solar.

Sebelumnya, Chief Investment Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Pandu Patria Sjahrir menyebut PSEL Bogor Raya 1 memiliki nilai investasi sekitar Rp2,8 triliun.

Proyek tersebut dirancang mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun atau sekitar 45 persen timbulan sampah di wilayah Kabupaten dan Kota Bogor.

PSEL Bogor Raya 1 juga diproyeksikan menghasilkan energi hijau untuk menyuplai listrik lebih dari 100.000 rumah, menurunkan emisi sampah dari tempat pembuangan akhir hingga 80 persen, serta mengurangi emisi karbon sekitar 640.000 ton setara CO2 per tahun.

Selain itu, pembangunan proyek tersebut diperkirakan menciptakan sekitar 1.200 lapangan kerja dan mengurangi kebutuhan lahan tempat pembuangan akhir sekitar 80 persen.

Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.