BPS catat panen raya pengaruhi ekonomi Gorontalo di semester I 2026 - ANTARA News Gorontalo

Gorontalo (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Gorontalo pada triwulan I 2026 tumbuh 7,68 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya berkat produksi pertanian pada masa panen raya. 

Menurut Tim Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Gorontalo Hendri Cahyo Dwi Safitri di Gorontalo, Selasa, capaian tersebut didorong oleh meningkatnya produksi pertanian pada masa panen raya, terutama komoditas jagung dan padi, serta didukung pertumbuhan sektor pertambangan dan industri pengolahan.

"Triwulan I kemarin kita tumbuh sampai 7,68 persen. Itu ditopang oleh pertanian yang bagus karena panen raya jagung dan padi, kemudian ada pertambangan dan industri pengolahan yang juga tumbuh baik," katanya.

Berdasarkan data BPS, sektor pertanian masih menjadi penyumbang terbesar terhadap struktur perekonomian Gorontalo dengan kontribusi 36,46 persen terhadap produk domestik regional bruto (PDRB), disusul perdagangan sebesar 15,02 persen dan konstruksi sebesar 10,46 persen.

Sementara itu, dari sisi pertumbuhan, lapangan usaha pertambangan dan penggalian mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 31,34 persen, diikuti industri pengolahan 29,34 persen serta transportasi dan pergudangan 14,25 persen.

Hendri mengatakan tingginya pertumbuhan sektor pertambangan dipengaruhi mulai meningkatnya aktivitas produksi dibandingkan tahun sebelumnya sehingga menghasilkan basis pertumbuhan yang tinggi.

Ia menegaskan bahwa tingginya laju pertumbuhan suatu sektor belum tentu memberikan kontribusi terbesar terhadap ekonomi daerah apabila porsi sektor tersebut dalam struktur PDRB masih relatif kecil.

"Kalau pertumbuhan memang paling tinggi pertambangan. Tapi kalau struktur ekonomi, penyumbang terbesar tetap pertanian, kemudian perdagangan dan konstruksi. Jadi pertumbuhan dan kontribusi itu berbeda," katanya.

BPS memperkirakan pertumbuhan ekonomi Gorontalo pada triwulan II 2026 berpotensi melambat dibandingkan triwulan sebelumnya akibat penurunan sejumlah indikator sektor pertanian yang dipengaruhi oleh kondisi cuaca, ujar Hendri. 

Namun demikian, ia mengatakan pertumbuhan ekonomi suatu daerah tentu tidak hanya ditentukan oleh sektor pertanian saja, melainkan juga dipengaruhi oleh kinerja sektor usaha lainnya seperti perdagangan, industri pengolahan, konstruksi dan pertambangan.

Secara resmi, ia mengatakan BPS Gorontalo baru akan menyampaikan pertumbuhan ekonomi triwulan II pada 5 Agustus 2026 mendatang, mengingat saat ini perhitungan masih terus dilakukan. 

Pewarta: Faradila Alim
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.