Pemkot Kediri perkuat perlindungan anak lewat program BIAS - ANTARA News Jawa Timur

Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, memperkuat perlindungan kesehatan anak melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026 yang dilaksanakan secara bertahap dengan sasaran anak sekolah.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr Hamida mengemukakan program BIAS merupakan imunisasi lanjutan yang diberikan kepada siswa sesuai dengan usia dan jenjang kelas.

"Kegiatan ini menjadi salah satu strategi kami untuk meningkatkan cakupan imunisasi. Perwakilan sekolah diharapkan turut menyukseskan pelaksanaan BIAS mulai dari menyiapkan data sasaran peserta imunisasi, membantu pendataan siswa, hingga memberikan edukasi dan sosialisasi baik untuk siswa maupun orang tua atau wali murid mengenai pentingnya imunisasi," katanya di Kediri, Selasa.

Dia menjelaskan keterlibatan sekolah penting untuk mendukung kelancaran pelaksanaan imunisasi, terutama dalam menyiapkan data sasaran, melakukan pendataan siswa, serta memberikan pemahaman kepada peserta didik dan orang tua mengenai manfaat imunisasi.

Dengan pemahaman yang baik, orang tua diharapkan dapat memberikan persetujuan kepada anak-anak mereka untuk mengikuti program imunisasi sehingga cakupan BIAS dapat meningkat dan perlindungan kesehatan anak semakin optimal.

Dalam program itu, jenis vaksin yang diberikan meliputi Difteri Tetanus (DT), Measles Rubella (MR), serta Human Papillomavirus (HPV).

Khusus vaksin HPV diberikan kepada siswa perempuan sebagai salah satu upaya pencegahan kanker leher rahim atau kanker serviks.

Hamida mengimbau masyarakat memanfaatkan program tersebut karena anak-anak yang memenuhi kriteria sasaran dapat memperoleh vaksinasi secara gratis.

"Harga vaksin HPV secara mandiri di fasilitas kesehatan tergolong mahal dan dapat mencapai jutaan rupiah untuk rangkaian dosis yang diperlukan. Oleh karena itu, manfaatkan program BIAS ini karena anak-anak yang memenuhi kriteria sasaran bisa mendapatkan vaksin secara gratis," ujarnya.

Sementara itu, pelaksanaan BIAS di Kota Kediri dijadwalkan berlangsung pada Agustus hingga November 2026 dengan jadwal yang ditentukan oleh masing-masing puskesmas sesuai wilayah kerja.

Sebelum imunisasi, anak diharapkan dalam kondisi sehat dan orang tua perlu mengisi formulir skrining kesehatan yang disediakan melalui sekolah.

Ia menjelaskan imunisasi lanjutan diperlukan karena seiring bertambahnya usia, kekebalan tubuh anak terhadap sejumlah penyakit dapat menurun sehingga diperlukan dosis penguat untuk mempertahankan kekebalan tersebut.

"Seiring bertambahnya usia, kekebalan tubuh anak terhadap beberapa penyakit bisa menurun sehingga butuh dosis penguat untuk menjaga kekebalan tersebut. Dengan mengikuti imunisasi, dapat memperkuat kekebalan tubuh anak, melindungi dari penyakit berbahaya, serta mendukung lingkungan sekolah yang sehat," kata dia.

Sosialisasi BIAS 2026 juga menghadirkan narasumber dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kediri yang memberikan penjelasan mengenai keamanan vaksin serta perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang memaparkan tata laksana pelaksanaan vaksinasi BIAS.

Guru PJOK SDN Gayam 1 Kota Kediri Luhung Dian Arga mengatakan pelaksanaan BIAS di sekolahnya selama ini berjalan baik dan memberikan dampak positif bagi kesehatan peserta didik.

Menurut dia, siswa yang mendapatkan imunisasi memiliki kondisi kesehatan yang baik sehingga dapat mengikuti kegiatan sekolah dengan lancar.

Ia juga menyebut dukungan orang tua terhadap pelaksanaan imunisasi di sekolahnya mencapai sekitar 80 hingga 90 persen.

Sebelum pelaksanaan imunisasi, pihak sekolah terlebih dahulu berkoordinasi dan memberikan sosialisasi kepada orang tua atau komite sekolah mengenai rencana kegiatan tersebut.

"Sebelum kegiatan dilaksanakan, pihak sekolah terlebih dahulu mengadakan koordinasi dan sosialisasi dengan perwakilan orang tua atau komite sekolah. Melalui pertemuan tersebut, sekolah menyampaikan rencana pelaksanaan imunisasi," katanya.

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.