BPS catat tingkat hunian hotel di Kabupaten Kudus alami kenaikan
Jumat, 2 Oktober 2026 19:25 WIB
Salah satu hotel baru di Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang menjadi indikator pertumbuhan investasi karena meningkatnya permintaan hunian kamar hotel. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.
Kudus (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang maupun non-bintang di Kudus pada Agustus 2026 naik 0,44 poin di bandingkan bulan sebelumnya.
"Pada Juli 2026 TPK hotel di Kabupaten Kudus tercatat sebesar 30,83 persen, sedangkan pada bulan Agustus 2026 naik menjadi 31,27 persen," kata Kepala BPS Kudus Eko Suharto di Kudus, Jumat.
Akan tetapi, kata dia, ketika dibedakan antara hotel bintang dan non bintang, maka khusus untuk hotel non bintang justru mengalami penurunan.
Untuk hotel non bintang pada Juli 2026 tercatat tingkat hunian sebesar 27,87 persen, kemudian bulan Agustus 2026 turun tipis menjadi 26,13 persen.
Kondisi berbeda, dialami hotel bintang justru naik tajam karena Juli 2026 tercatat 35,43 persen, Agustus 2026 justru naik menjadi 39,00 persen.
Tingkat hunian hotel di Kabupaten Kudus sempat mengalami lonjakan pada Oktober 2025, baik hotel bintang maupun non bintang mengalami kenaikan serupa. Hotel bintang tercatat 46,69 persen dan hotel non bintang tercatat 36,93 persen.
Akan tetapi, bulan berikutnya justru turun tajam menjadi 36,45 persen untuk hotel bintang dan 25,44 persen non bintang. Sempat naik di Desember 2026 menjadi 39,2 persen untuk hotel bintang dan 28,96 persen untuk hotel non bintang, namun bulan berikutnya ada yang turun dan ada yang naik.
Kenaikan signifikan tingkat hunian hotel pada Oktober 2026, salah satunya disebabkan adanya audisi atlet bulu tangkis, termasuk kejuaraan nasional lainnya serta kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata religi di Kabupaten Kudus.
Termasuk pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri yang berlangsung di Kabupaten Kudus pada 11-26 Oktober dimungkinkan berdampak pada tingkat hunian hotel di Kudus juga.
"Untuk tahun ini, terjadi kenaikan karena adanya kegiatan 'sport tourism', salah satunya Srikandi Merdeka Cup yang menghadirkan tim dari berbagai negara," ujarnya.
Kenaikan tingkat hunian hotel tersebut dari hasil survei terhadap 33 hotel berbintang maupun non bintang diikuti pula dengan lama menginap.
"Jika Desember 2025 rata-rata lama menginap sebesar 1,37 persen, maka Agustus 2026 naik menjadi 1,24 persen, baik hotel bintang maupun non bintang," ujarnya.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.