Aimas (ANTARA) - Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau meminta Badan Gizi Nasional (BGN) menyesuaikan harga satuan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan kondisi dan tingkat harga kebutuhan di daerah tersebut.
Menurut dia, penyesuaian harga penting dan sangat diperlukan karena harga berbagai kebutuhan di Papua Barat Daya, khususnya Kota Sorong, relatif lebih tinggi dibandingkan daerah lain di Indonesia.
"Kami juga mohon di atensi terkait dengan harga, terutama di Kota Sorong. Harga satuan di SPPG ini disamakan dengan di Jawa," kata Ahmad saat peresmian SPPG 3T di Kabupaten Sorong, Jumat.
Menurut dia, penyamaan harga satuan dengan Pulau Jawa dapat menyulitkan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam memberikan layanan MBG secara optimal.
Ia berharap BGN dapat mempertimbangkan kondisi geografis dan perbedaan harga kebutuhan di Papua Barat Daya dalam menentukan harga dasar program MBG.
"Padahal harga di Papua ini lebih tinggi, sehingga kemudian menyulitkan bagi para pengelola SPPG untuk kemudian memberikan layanan yang terbaik," ujarnya.
Ahmad mengatakan penyesuaian harga tersebut penting agar pengelola SPPG dapat memenuhi kebutuhan bahan pangan sekaligus menjaga kualitas makanan bergizi yang diberikan kepada penerima manfaat.
"Karena itu kami berharap untuk harga dasar penyesuaian di Papua Barat Daya agar disesuaikan," katanya.
Dia juga merincikan bahwa program MBG di Papua Barat Daya telah didukung 31 SPPG aglomerasi yang operasional dan 14 SPPG 3T.
Ia menyebutkan total penerima manfaat program MBG di Papua Barat Daya sebanyak 84.180 orang, terdiri atas peserta didik tingkat TK hingga SMA mencapai 67.276 orang. Sementara penerima manfaat kelompok 3B sebanyak 11.509 orang dan guru serta tenaga pendidik sebanyak 5.395 orang.
"Selain itu, terdapat 1.309 tenaga kerja atau relawan yang bertugas di SPPG," katanya.
Ahmad juga meminta BGN mempercepat operasional SPPG di wilayah 3T, terutama di Kabupaten Maybrat dan Kabupaten Tambrauw yang hingga kini belum memiliki SPPG yang beroperasi.
Ia berharap layanan MBG dapat menjangkau masyarakat di pelosok dan kampung-kampung, terutama anak-anak asli Papua yang berada di wilayah 3T.
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.