Brasil Larang Judi Online, Kisah Pria Kehilangan Rp400 Juta hingga Rumah Tangga Bubar

AKURAT.CO Keputusan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva melarang judi online di tengah ketatnya pemilihan presiden Brasil 2026 memunculkan kisah tentang dampak kecanduan taruhan digital. Salah satunya dialami Leandro Valdivia, 38 tahun, yang mengaku kehilangan sekitar USD26.000 atau lebih dari Rp400 juta dan harus menghadapi perceraian akibat kecanduan judi online.

Valdivia kini tengah menjalani pemulihan dari kecanduan judi. Ia tetap mengikuti perkembangan larangan judi online di Brasil karena khawatir kebijakan pemerintah Lula dibatalkan oleh pengadilan.

Pemerintah Brasil mengumumkan larangan tersebut pada Jumat, hanya beberapa hari sebelum pemungutan suara putaran pertama pemilihan presiden. Lula menerbitkan aturan yang menghentikan operasi, penawaran, perantara, dan iklan layanan taruhan dengan sistem fixed-odds.

Pada Senin, pemerintah Brasil menyatakan telah menghapus 506 situs yang diduga masih menawarkan layanan taruhan. Namun, kebijakan tersebut belum bersifat permanen karena membutuhkan persetujuan Kongres dalam waktu 120 hari agar tetap berlaku.

Kecanduan Judi Online Hancurkan Rumah Tangga

Valdivia, seorang tenaga kesehatan yang kini berbicara dengan puluhan penjudi online setiap pekan untuk membantu mereka keluar dari kecanduan, pertama kali mengenal taruhan saat Piala Dunia 2022.

Awalnya, ia hanya bertaruh sekitar 100 real Brasil atau sekitar USD20 dalam setiap pertandingan. Ia bahkan sempat mendapatkan keuntungan dan mulai yakin bahwa dirinya memahami pola pertandingan olahraga, khususnya bola voli.

Namun, jumlah taruhannya kemudian meningkat drastis.

Dua tahun kemudian, Valdivia bisa memasang taruhan hingga 10.000 real atau sekitar USD2.000 dalam satu kali taruhan. Uang yang hilang tidak kembali, tetapi ia justru terus bermain dengan harapan dapat menutup kerugian sebelumnya.

Kondisi tersebut akhirnya berdampak pada kehidupan pribadinya. Valdivia mengaku sering berbohong kepada pasangannya mengenai kerugian akibat judi online. Ia juga menyerahkan perusahaan media kecil miliknya dan mulai menjauh dari teman-temannya.

Setelah pernikahannya berakhir, sepupu-sepupunya turun tangan. Mereka memasang aplikasi pemblokir judi di ponsel dan komputer Valdivia. Sejak tahun lalu, ia menjalani proses pemulihan.

“Ini kecanduan yang tidak membuat napas Anda bau. Anda tidak berbicara aneh, Anda tidak berbau. Tidak ada yang menganggap aneh jika Anda seharian berada di ponsel,” kata Valdivia.

Ia masih memiliki utang sekitar 30.000 real Brasil atau sekitar USD5.700.