Selain penyiraman di permukaan, teknik menembak air ke dalam tanah ini sangat diperlukan untuk memastikan api padam sepenuhnya,"
Banjarbaru (ANTARA) - Tim Siaga Karhutla Satuan Brimob Polda Kalimantan Selatan menerapkan teknik suntik gambut dalam memadamkan kebakaran lahan di ring 1 sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor yang mendekati pemukiman di Komplek Aero Sinergia Jalan Sempati, Kelurahan Syamsudin Noor.
"Selain penyiraman di permukaan, teknik menembak air ke dalam tanah ini sangat diperlukan untuk memastikan api padam sepenuhnya," kata Komandan Satuan Brimob Polda Kalsel Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar yang memimpin langsung penanggulangan karhutla di Banjarbaru, Senin.
Dia menjelaskan api yang membakar lahan kerap menjalar di kedalaman hingga beberapa meter.
Oleh karenanya, ketika permukaan tanah terlihat sudah padam, bara api di dalam tanah bisa saja masih menyala.
"Tanda-tanda masih ada bara di dalam tanah biasanya muncul asap," jelasnya.
Selain mengerahkan personel secara optimal yang dibagi ke beberapa lokasi karhutla, Brimob Polda Kalsel juga mengoperasikan dua unit Kendaraan Dapur Lapangan (Randurlap) yang bisa memproduksi ribuan porsi makanan.
Produksi makanan ini untuk membantu konsumsi petugas di lapangan termasuk diperuntukkan bagi warga terdampak karhutla.
Kemudian ada unit water treatment untuk penyediaan air bersih menyasar warga terdampak kekeringan di musim kemarau panjang saat ini.
Boy mengimbau bagi masyarakat yang rumahnya sudah dikepung asap pekat dengan jarak lahan terbakar sangat dekat dari pemukiman agar bisa mengungsi sementara ke tempat lebih aman.
"Kesehatan kita yang utama, terutama bagi kelompok rentan seperti balita dan lansia harus diungsikan," ucapnya.
Berdasarkan data terbaru BNPB hingga memasuki minggu ketiga Agustus 2026, luas lahan yang terbakar di Kalsel mencapai 8.620 hektare tersebar di semua kabupaten dan kota.
Pewarta: Firman
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.