Bupati Kotim targetkan setiap kecamatan miliki mobil pemadam kebakaran

Bupati Kotim targetkan setiap kecamatan miliki mobil pemadam kebakaran

Senin, 5 Oktober 2026 17:19 WIB

Image Print

Bupati Kotim Halikinnor saat diwawancarai belum lama ini. ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Halikinnor menargetkan setiap kecamatan di daerah itu memiliki mobil pemadam kebakaran (damkar) guna mempercepat penanganan kebakaran sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.

“Ke depan kita upayakan agar setiap kecamatan ada mobil damkar. Ini perlu, karena kebakaran ini tidak mengenal musim. Bukan hanya di musim kemarau saja yang rawan kebakaran, sebab kebakaran juga bisa disebabkan faktor lain. Contoh, kebakaran di SMAN 1 Cempaga belum lama ini karena korsleting listrik,” kata Halikinnor di Sampit, Senin.

Menurutnya, keberadaan armada damkar di wilayah kecamatan menjadi kebutuhan penting karena kejadian kebakaran dapat berlangsung sewaktu-waktu dan tidak selalu berkaitan dengan musim kemarau maupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sementara saat ini, dari 17 kecamatan di Kotim baru sekitar tujuh yang memiliki unit damkar, yakni di Markas Komando Disdamkarmat di Kota Sampit, Pos Sektor Eka Bahurui, Pos Sektor Pundu, Pos Sektor Parenggean, Pos Sektor Kota Besi, Pos Sektor Telawang dan Pos Sektor Samuda.

Kendati begitu, pengadaan armada untuk kecamatan yang tersisa akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Pemkab Kotim akan memprioritaskan wilayah yang dinilai memiliki kebutuhan dan tingkat kerawanan lebih tinggi.

Halikinnor mencontohkan kebakaran yang terjadi di SMAN 1 Cempaga beberapa waktu lalu. Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa potensi kebakaran bangunan dapat terjadi kapan dan di mana saja, sehingga kesiapan sarana, prasarana, maupun personel perlu terus ditingkatkan.

“Karena itu, kesiapan peralatan dan kecepatan petugas dalam menangani kejadian harus terus diperkuat,” ujarnya.

Ia menilai penanganan kebakaran tidak seharusnya hanya mengandalkan armada yang berada di pusat kabupaten. Keberadaan mobil damkar di kecamatan akan membantu memperpendek waktu tempuh petugas menuju lokasi kejadian, khususnya untuk wilayah yang jaraknya cukup jauh dari Sampit.

Selain kebakaran permukiman maupun bangunan, penguatan sarana juga berkaitan dengan penanganan karhutla yang menjadi salah satu ancaman serius ketika kondisi kering. Kebakaran lahan dapat berkembang dengan cepat dan asapnya berpotensi menyebar ke wilayah lain.

“Kita pernah merasakan dampak asap sampai ke luar daerah. Asap itu tidak punya KTP, sehingga penanganannya juga membutuhkan perhatian bersama,” tegas Halikinnor.

Dampak karhutla, lanjutnya, bukan hanya menyangkut kerusakan lingkungan, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat. Asap kebakaran dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kondisi kebakaran yang berlangsung cukup lama juga dapat menimbulkan persoalan lain, salah satunya keterbatasan air bersih. Maka dari itu, pemerintah daerah tidak hanya memikirkan penambahan armada pemadam, tetapi juga menyiapkan dukungan lain sesuai kebutuhan di lapangan.

“Selain mengupayakan penambahan armada pemadam, kami juga berupaya memenuhi kebutuhan pendukung penanganan karhutla, termasuk penyediaan air bersih. Semuanya akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan anggaran daerah,” tuturnya.

Penguatan armada di tingkat kecamatan diharapkan membuat respons terhadap kebakaran menjadi lebih cepat sebelum api meluas. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan ketangguhan wilayah menghadapi bencana.

Orang nomor satu di Kotim ini juga mengajak masyarakat berperan aktif mencegah kebakaran dengan meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api, terutama ketika kondisi lingkungan masih kering.

“Kesiapsiagaan pemerintah perlu berjalan beriringan dengan kepedulian masyarakat agar upaya pencegahan dan penanganan kebakaran dapat dilakukan secara lebih efektif,” demikian Halikinnor.

Baca juga: Ikatan Pelajar Mahasiswa Kotim gelar makrab sambut mahasiswa baru di Palangka Raya

Baca juga: Kendaraan khusus dioperasikan bantu penuhi air minum kafilah MTQ Kotim

Baca juga: DPRD Kotim dukung penguatan syiar Islam lewat MTQ dan FSQ

Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.