Jakarta (ANTARA) - Menyimpan buah di rumah terlihat sederhana, tetapi cara penyimpanan yang kurang tepat bisa membuat buah lebih cepat lembek, berubah rasa, bahkan membusuk sebelum sempat dimakan.
Setiap jenis buah juga memiliki karakteristik yang berbeda. Ada buah yang lebih baik disimpan di suhu ruang, sementara buah tertentu justru perlu dimasukkan ke dalam kulkas. Selain itu, mencampurkan beberapa jenis buah tanpa memperhatikan karakteristiknya juga dapat mempercepat proses pematangan.
Lantas, bagaimana cara menyimpan buah agar tetap segar dan tidak cepat busuk?
Baca juga: Waktu terbaik konsumsi buah: Sebelum makan atau setelah makan?
Baca juga: Sering susah tidur? Coba konsumsi buah-buahan ini sebelum rebahan
1. Pilih buah yang masih dalam kondisi baik
Cara menjaga buah tetap awet sebenarnya sudah dimulai sejak membelinya. Pilih buah yang masih segar dan sebisa mungkin tidak memiliki memar, luka, atau bagian yang sudah rusak.
FDA menyarankan konsumen memilih buah yang tidak mengalami kerusakan atau memar karena bagian yang rusak dapat lebih mudah mengalami penurunan kualitas.
Jika menemukan satu buah yang sudah mulai busuk, segera pisahkan dari buah lainnya. Hal ini membantu mencegah bagian yang rusak memengaruhi buah di sekitarnya.
2. Jangan langsung mencuci semua buah
Mencuci buah sebelum disimpan memang terlihat lebih praktis, tetapi untuk penyimpanan sehari-hari sebaiknya buah dicuci mendekati waktu akan dimakan atau diolah.
USDA menyarankan produk segar dicuci sebelum persiapan, bukan sebelum disimpan.
Kelembapan yang tertinggal pada permukaan buah dapat membuat kondisi penyimpanan menjadi lebih lembap dan berpotensi mempercepat kerusakan pada beberapa jenis buah.
Saat akan dikonsumsi, cuci buah dengan air mengalir. FDA juga menyarankan mencuci buah sebelum dikupas atau dipotong agar kotoran dan bakteri dari permukaan tidak ikut berpindah ke bagian dalam melalui pisau.
3. Kenali buah yang perlu masuk kulkas
Tidak semua buah cocok disimpan pada suhu ruang. Buah yang mudah rusak, seperti stroberi dan buah potong, sebaiknya disimpan di dalam kulkas.
FDA menyarankan buah segar yang mudah rusak disimpan dalam kulkas dengan suhu sekitar 4 derajat Celsius atau lebih rendah. Buah yang sudah dipotong atau dikemas juga perlu segera didinginkan.
Sebelum memasukkannya ke kulkas, gunakan wadah yang bersih dan jangan menumpuk buah terlalu padat. Sirkulasi udara yang cukup dapat membantu menjaga kondisi buah.
Baca juga: Tips simpan pisang agar tidak cepat hitam dan lembek
Baca juga: Jangan simpan buah dan sayur ini di kulkas
4. Tidak semua buah harus disimpan di kulkas
Sebaliknya, ada beberapa buah yang justru lebih baik berada di luar kulkas, terutama ketika masih dalam kondisi belum matang.
USDA, misalnya, mencantumkan pisang sebagai salah satu produk yang tidak perlu didinginkan dan dapat disimpan pada tempat kering dengan suhu sekitar 16-21 derajat Celsius.
Karena itu, jangan langsung memasukkan semua buah ke kulkas. Perhatikan jenis buah dan tingkat kematangannya.
Untuk buah yang belum matang, suhu ruang sering kali lebih sesuai. Setelah matang, beberapa jenis buah dapat dipindahkan ke kulkas untuk memperlambat penurunan kualitas.
5. Pisahkan buah yang menghasilkan gas etilen
Salah satu hal yang sering tidak diperhatikan ketika menyimpan buah adalah gas etilen.
Beberapa buah secara alami menghasilkan gas etilen yang membantu proses pematangan. Namun, gas tersebut juga dapat mempercepat perubahan pada buah atau sayuran lain yang sensitif terhadap etilen.
Baca juga: Tips menyimpan daging, buah dan sayur tahan lama
USDA menyarankan buah yang menghasilkan etilen disimpan sejauh mungkin dari buah dan sayuran yang sensitif terhadap gas tersebut.
Jadi, jika ada buah yang cepat matang, jangan selalu menaruhnya bercampur dengan semua buah lain dalam satu wadah.
6. Gunakan wadah penyimpanan yang tepat
Buah yang sudah dipotong memiliki daya simpan lebih pendek dibandingkan buah utuh. Setelah dipotong, buah sebaiknya segera dimasukkan ke dalam wadah bersih yang tertutup dan disimpan di kulkas.
FDA menyebut buah yang sudah dipotong atau dikemas perlu disimpan dalam kondisi dingin untuk menjaga kualitas dan keamanannya.
Untuk buah utuh, kebutuhan wadah bisa berbeda-beda. Beberapa buah dapat diletakkan di tempat terbuka, sementara buah yang membutuhkan perlindungan dari kelembapan dapat disimpan dalam wadah yang sesuai.
7. Jangan menumpuk buah terlalu banyak
Memasukkan terlalu banyak buah dalam satu wadah memang bisa menghemat tempat, tetapi justru berisiko membuat buah mudah memar.
Buah yang tertindih dapat mengalami kerusakan pada permukaannya. Bagian yang rusak kemudian lebih mudah mengalami penurunan kualitas.
Karena itu, sebisa mungkin beri ruang di antara buah dan hindari menaruh buah yang berat di atas buah yang lebih lunak.
Baca juga: Tips bekukan buah dan sayuran
Baca juga: Karbohidrat terbaik agar berat badan Anda tak mudah naik
8. Segera pisahkan buah yang mulai rusak
Periksa kondisi buah secara berkala. Jika ada bagian yang sudah terlalu lunak, berjamur, atau membusuk, segera pisahkan dari buah lainnya.
Langkah sederhana ini membantu mencegah kerusakan menyebar ke buah lain sekaligus membuat kita lebih mudah menentukan buah mana yang harus segera dikonsumsi.
Kebiasaan menggunakan buah yang lebih dulu matang juga bisa diterapkan. Dengan begitu, buah tidak terlalu lama tersimpan dan akhirnya terbuang.
9. Atur suhu kulkas dengan tepat
Jika buah memang perlu disimpan di kulkas, pastikan suhunya sesuai. FDA merekomendasikan suhu kulkas sekitar 4 derajat Celsius atau lebih rendah untuk menjaga makanan yang mudah rusak tetap aman.
Namun, bukan berarti semakin dingin selalu semakin baik untuk semua jenis buah. USDA menjelaskan bahwa kebutuhan suhu penyimpanan dapat berbeda berdasarkan jenis produk.
Karena itu, perhatikan karakteristik masing-masing buah dan jangan asal memasukkan seluruh persediaan buah ke dalam kulkas.
Baca juga: Tips pilih buah untuk berbuka puasa dan sahur
10. Bekukan buah jika belum sempat dimakan
Jika buah sudah matang dan belum sempat dikonsumsi, membekukannya bisa menjadi salah satu pilihan untuk memperpanjang masa simpannya.
Buah dapat dipersiapkan terlebih dahulu sesuai kebutuhan, kemudian disimpan dalam wadah atau kemasan yang sesuai sebelum dimasukkan ke freezer.
FDA menyebut pembekuan sebagai salah satu cara menyimpan makanan agar tidak cepat rusak. Untuk mengetahui lama penyimpanan yang sesuai, konsumen dapat mengikuti panduan penyimpanan berdasarkan jenis makanan.
Jadi, bagaimana cara terbaik menyimpan buah?
Tidak ada satu metode yang berlaku untuk semua jenis buah. Cara penyimpanan perlu disesuaikan dengan jenis buah, tingkat kematangan, serta apakah buah tersebut sudah dipotong atau masih utuh.
Secara sederhana, pilih buah yang kondisinya masih baik, jangan mencucinya sebelum waktunya, pisahkan buah yang mulai rusak, simpan buah yang mudah rusak di kulkas, dan perhatikan buah yang menghasilkan gas etilen.
Dengan penyimpanan yang tepat, buah bisa lebih lama mempertahankan kesegaran dan kualitasnya. Selain menghemat pengeluaran, kebiasaan tersebut juga dapat membantu mengurangi makanan yang terbuang di rumah.
Baca juga: Perlukah mencuci semua buah dan sayur sebelum dimakan?
Baca juga: Selain ditimbun beras, ini tips lain bikin alpukat cepat matang
Baca juga: Intip beragam manfaat mangga, sang raja buah tropis
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.