Caroline Bangun jaga asa Indonesia dalam modern pentathlon

Jakarta (ANTARA) - Atlet modern pentathlon Indonesia Caroline Bangun menjaga asa Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah menempati peringkat kedelapan pada semifinal Grup A di Anjo Sports Centre, Aichi, Jepang, Kamis.

Caroline mengumpulkan total 1.351 poin setelah menjalani rangkaian anggar, obstacle run, renang, dan laser run. Sedangkan wakil lain Indonesia Nurfa Qalbi berada di posisi ke-12 dengan 1.170 poin.

"Saya sangat senang karena itu pertama kalinya saya bertanding dengan format baru. Walaupun terasa sangat asing, saya bangga dengan diri saya karena bisa menyelesaikan seluruh rangkaian pertandingan hari ini," kata Caroline seusai pertandingan.

Modern pentathlon Asian Games 2026 menggunakan format baru dengan obstacle run menggantikan nomor berkuda. Para atlet juga harus menyelesaikan empat disiplin dalam waktu sekitar 90 menit.

Caroline mengaku format tersebut memberi tantangan berbeda karena waktu perpindahan antar-nomor berlangsung singkat.

Baca juga: Modern Pentathlon tanpa target tinggi pada Asian Games 2026

"Cukup mengejutkan karena kami harus bergerak cepat dan terburu-buru ganti baju untuk memasuki babak selanjutnya," ujarnya.

Pada nomor anggar, langkah Caroline terhenti pada babak 16 besar setelah kalah dari wakil Kazakhstan Petrova. Nurfa juga terhenti pada fase yang sama seusai menghadapi S. Seoung asal Korea Selatan.

Caroline kemudian memperbaiki posisi dengan menempati peringkat keempat obstacle run, sedangkan Nurfa berada di posisi ke-10.

Performa Caroline meningkat pada nomor renang dengan membukukan hasil terbaik keduanya setelah finis di posisi kedua dari seluruh peserta semifinal Grup A. Nurfa berada di urutan kelima.

Pada laser run yang memadukan lari dan menembak, Caroline menyelesaikan perlombaan di posisi kesembilan, sedangkan Nurfa berada di urutan ke-14.

Baca juga: MPI siapkan atlet ke Kejuaraan Asia usai Kejurnas Pancalomba Modern

Caroline mengatakan hasil semifinal menjadi bahan evaluasi, terutama untuk meningkatkan kemampuan lari dan kesiapan mental menghadapi persaingan selanjutnya.

"Saya ingin meningkatkan mental dan kemampuan lari. Saya agak lemah di nomor lari, tetapi untuk nomor kuat saya seperti obstacle run dan renang, saya usahakan bisa masuk lima besar," kata Caroline.

Ia menilai persaingan modern pentathlon Asian Games 2026 berlangsung ketat, terutama menghadapi atlet-atlet dari China, Korea Selatan, dan tuan rumah Jepang.

"Persaingan di sini sangat kuat, terutama dari China, Korea Selatan, dan Jepang yang menjadi kompetitor terberat. Namun, harapan saya tentu saja bisa meraih juara," ujar Caroline.

Baca juga: Pentatlon modern Indonesia warnai hari kedua dengan satu emas

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.