CKG sekolah di SMKN 64 Cipayung periksa kesehatan 350 siswa

Jakarta (ANTARA) - Pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah seperti di SMKN 64 Cipayung, Jakarta Timur menyasar sebanyak 350 siswa sebagai upaya pemerintah dalam memeriksa kesehatan masyarakat dan mendeteksi potensi penyakit sejak dini.

"Jadi kita punya program rutin, program rutinnya adalah media visit membawa teman-teman ke Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan hari ini CKG dengan sekolah kita pilih di SMK 64 Cipayung," kata Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (RI) Ronny Suyanto di SMKN 64 Cipayung, Jakarta Timur, Rabu.

Ronny menyebut kunjungan ke sekolah ini merupakan bagian dari program rutin pemerintah untuk memperkenalkan sekaligus melihat secara langsung pelaksanaan CKG sebagai salah satu program pemerintah di lapangan.

Selain itu, pelaksanaan CKG Sekolah ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan serta Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Regulasi tersebut mengamanatkan berbagai upaya kesehatan, termasuk kesehatan sekolah, kesehatan remaja, kesehatan reproduksi, dan pemenuhan aspek gizi.

Pelaksanaan CKG Sekolah juga mendukung Peraturan Gubernur Nomor 34 Tahun 2024 tentang Usaha Kesehatan Sekolah.

Ronny berharap pelaksanaan CKG di sekolah dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi para peserta didik maupun masyarakat secara luas.

"Sekali lagi terima kasih, mudah-mudahan CGK ini dapat berjalan lancar, siswa-siswanya juga sehat-sehat dan menjadi manfaat untuk kita semua," ujar Ronny.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Arief Wahyudhy mengatakan pelaksanaan CKG di SMKN 64 Jakarta merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya anak usia sekolah.

"Hari ini kami dari Suku Dinas Kesehatan mewakili Dinas Kesehatan melaksanakan cek kesehatan gratis di sekolah SMKN 64 Jakarta dengan dibantu tenaga kesehatan dari Puskesmas Cipayung," kata Arief.

Kegiatan tersebut melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Cipayung dan dilaksanakan berdasarkan jadwal yang sebelumnya telah dikoordinasikan antara pihak puskesmas dengan sekolah.

Pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk siswa sekolah di SMKN 64 Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (13/8/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza)

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui kondisi kesehatan peserta didik sekaligus mendeteksi sejak dini berbagai faktor risiko maupun gangguan kesehatan.

Pemeriksaan antara lain mencakup status gizi, kebiasaan merokok, tingkat aktivitas fisik, hingga tingkat kebugaran siswa untuk mengetahui kondisi fisik peserta didik dan tingkat aktivitas mereka sehari-hari.

Lebih lanjut, peserta didik juga menjalani pemeriksaan terhadap fungsi indera, seperti pemeriksaan mata dan telinga untuk mengetahui apabila terdapat gangguan yang berpotensi memengaruhi aktivitas belajar.

Aspek lain yang turut diperiksa adalah kadar gula darah dan hemoglobin (Hb), untuk mendeteksi kemungkinan anemia pada peserta didik.

Adapun CKG Sekolah merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah dalam membangun kesadaran kesehatan sejak usia sekolah.

"CKG ini juga untuk memastikan peserta didik yang ditemukan memiliki masalah kesehatan mendapatkan edukasi, intervensi, tata laksana, rujukan, dan pemantauan tindak lanjut sesuai kebutuhan," jelas Arief.

Arief berharap kegiatan pemeriksaan kesehatan seperti ini dapat membantu membangun generasi muda yang lebih sadar terhadap kondisi tubuhnya, memiliki kebiasaan hidup sehat, dan memperoleh penanganan lebih cepat apabila ditemukan gangguan kesehatan.

Baca juga: Bakom: CKG sekolah temukan mayoritas siswa alami masalah gigi

Baca juga: Pemkot Jaktim perluas layanan jemput bola CKG ke sekolah dan komunitas

Baca juga: Mendikdasmen: CKG bangun kesadaran kesehatan di lingkungan sekolah

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.