Pontianak (ANTARA) - Sebanyak 16 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Supadio Pontianak dibatalkan setelah erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu.
"Pembatalan tersebut mencakup sembilan penerbangan keberangkatan dari Pontianak menuju Jakarta dan tujuh penerbangan kedatangan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Supadio," kata General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Supadio Pontianak Maya Damayanti di Sungai Raya, Minggu.
Dia mengatakan pembatalan penerbangan terjadi setelah diterbitkan NOTAM terkait penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta.
"Informasi terkini yang kami dapatkan pagi ini, telah terbit NOTAM penutupan operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta hingga pukul 13.30 WIB sehingga hal ini berdampak pada penerbangan dari dan ke tujuan CGK dan penerbangan dengan rute terkoneksi," tuturnya.
Penerbangan keberangkatan yang dibatalkan meliputi ID6228, QG419, IP633, GA513, IU697, JT715, QG415, QG413 dan SJ185 dengan rute Pontianak-Jakarta.
Sementara penerbangan kedatangan yang dibatalkan terdiri atas ID6229, QG416, IP632, GA512, QG414, QG412 dan SJ184 dengan rute Jakarta-Pontianak.
Maya mengatakan pihak Bandara Supadio masih menunggu perkembangan situasi untuk mengetahui dampak lanjutan terhadap operasional penerbangan.
Akibat pembatalan tersebut, manajemen Bandara Internasional Supadio menyiapkan sejumlah langkah penanganan bagi penumpang yang telah berada di terminal.
Bandara menambah kursi di ruang tunggu dan memberikan *service recovery* berupa makanan ringan, minuman gratis serta masker kepada penumpang terdampak.
"Kami menyarankan para pengguna jasa untuk memastikan kembali jadwal penerbangannya melalui informasi yang disampaikan oleh maskapai," ujarnya.
Ia juga meminta penumpang yang telah berada di Bandara Supadio menghubungi petugas dan mengikuti arahan apabila membutuhkan bantuan selama gangguan operasional penerbangan berlangsung.
"Manajemen Bandara Internasional Supadio menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan memastikan pelayanan kepada pengguna jasa tetap diberikan sembari menunggu perkembangan kondisi penerbangan," kata Maya.
Pewarta: Rendra Oxtora
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.