Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:00 WIB
Bandung, VIVA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi buka suara soal penghentian sementara pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan atau AI senilai Rp3,5 triliun di kawasan Jatiluhur, Purwakarta.
Baca Juga
Dedi menegaskan penghentian proyek BDX Data Centers bukan disebabkan hambatan birokrasi Pemerintah Kabupaten Purwakarta maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menurut dia, proyek tersebut dihentikan sementara karena pihak konsultan belum melengkapi data perizinan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pernyataan itu disampaikan Dedi untuk meluruskan polemik yang muncul terkait penghentian pembangunan pusat data tersebut.
Baca Juga
"Ketika saya tanya kemarin, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) belum keluar. Amdalnya sudah keluar belum? Belum. Ya saya bilang jangan dulu dilaksanakan (pembangunan). Kan izinnya tidak keluar. Kesalahannya di mana? Di Pemda Purwakarta? Bukan. Kesalahannya adalah konsultannya, sampai ketika saya datang belum memasukkan data," kata Dedi Mulyadi dikutip Sabtu (3/10/26).
Penghentian itu dilakukan setelah Dedi melakukan kunjungan mendadak ke lokasi proyek pada Selasa, (28/7/26). Ia menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari penegakan aturan sekaligus memastikan pembangunan tidak mengabaikan kondisi lingkungan dan kepentingan warga sekitar.
Baca Juga
Untuk memastikan penilaian terhadap proyek berjalan objektif, Pemprov Jawa Barat juga melibatkan akademisi dari Universitas Indonesia (UI). Mereka diminta memberikan kajian dan masukan independen mengenai dampak lingkungan pembangunan pusat data AI tersebut.
Dedi mengatakan dirinya tidak mempersoalkan kelanjutan proyek apabila seluruh persyaratan lingkungan telah terpenuhi.
"Bagi saya pribadi, kalau secara objektif Amdal lulus, ya saya tidak ada masalah untuk dilaksanakan. Kalau menurut Amdalnya tidak boleh, ya saya tidak ada masalah juga dihentikan. Tapi satu catatan, warga Purwakarta yang berkorban untuk kepentingan Jatiluhur harus mendapat akses air. Tidak boleh terganggu," ujarnya.
Selain persoalan perizinan dan lingkungan, ketersediaan air menjadi salah satu perhatian dalam pembangunan pusat data AI tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, Dedi menjelaskan kapasitas pasokan air dari Waduk Jatiluhur sebenarnya masih cukup besar. Ia menyebut kebutuhan proyek BDX tidak akan mengganggu alokasi air untuk masyarakat.
Dedi merinci, PDAM Kabupaten Purwakarta memiliki alokasi resmi sebesar 3.000 liter per detik dari Waduk Jatiluhur. Namun, selama puluhan tahun, pemanfaatannya baru sekitar 380 liter per detik atau sekitar 11 persen dari jatah tersebut.
Halaman Selanjutnya
"Kalau dari jatah yang diberikan dari 100 persen baru dipakai 11 persen, berarti ada 89 persen air yang tidak dimanfaatkan oleh PDAM. Sekarang dipakai lagi sebanyak 14 persen oleh perusahaan. Masih kurang apa nyisa? Nyisa. Sederhana," ujar Dedi.