Densus 88 bekali Capaska Belitung pemahaman wawasan kebangsaan - ANTARA News Bangka Belitung

Tanjungpandan (ANTARA) - ‎Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Densus 88 Anti Teror Polri membekali para peserta diklat Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Kabupaten Belitung Tahun 2026 dengan pemahaman wawasan kebangsaan guna mencegah dini paham intoleran, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET).

‎Ketua Tim Identifikasi Sosial (Idensos) Cegah Satgaswil Bangka Belitung Densus 88 AT Polri Ipda Hariyadi di Tanjungpandan, Belitung, Jumat, menegaskan bahwa penanaman nilai-nilai toleransi dan persatuan di kalangan generasi muda sangat penting mengingat ancaman penyebaran paham radikal yang terus bertransformasi.

‎"Paham intoleran, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme merupakan ancaman nyata yang dapat mengganggu persatuan, keamanan, dan stabilitas nasional," katanya.

‎Menurut dia, pola penyebaran paham radikal dan ekstrem saat ini tidak lagi sekadar dilakukan melalui interaksi langsung, melainkan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan platform media sosial.

‎Oleh sebab itu, Ipda Hariyadi mengingatkan agar para anggota Capaska sebagai representasi pemuda berprestasi memiliki ketahanan digital dengan berpikir kritis serta bijak dalam memilah setiap informasi yang diterima.

‎"Setiap individu harus memiliki kemampuan berpikir kritis, bijak menerima informasi, serta tidak mudah terprovokasi oleh narasi ujaran kebencian, berita bohong (hoaks), maupun ajakan yang bertentangan dengan ideologi Pancasila dan nilai-nilai kebangsaan," ujarnya.

‎Ia menjelaskan melalui sosialisasi ini diharapkan para peserta diklat semakin memahami indikator serta ciri-ciri awal penyebaran paham IRET, sehingga mampu melakukan deteksi dini terhadap potensi ancaman di lingkungan sekitar.

‎Selain itu, anggota Capaska diharapkan dapat berperan aktif sebagai agen perubahan di tengah masyarakat dengan memperkuat nilai-nilai moderasi beragama, toleransi, dan rasa cinta tanah air.

‎Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat di Belitung untuk bersama-sama menjaga wilayah yang kondusif dengan meningkatkan kepedulian lingkungan serta memperkuat jalur komunikasi dengan aparat pemerintah dan keamanan.

Ia mengatakan sinergi yang kokoh antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, hingga lingkungan keluarga merupakan kunci utama mewujudkan lingkungan yang aman dan harmonis berlandaskan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

‎"Masyarakat jangan ragu untuk melapor apa bila menemukan indikasi penyebaran paham yang mengarah pada tindakan intoleran, radikal, ekstrem, maupun terorisme. Pencegahan paham IRET merupakan tanggung jawab bersama," ujarnya.

Pewarta: Kasmono/Apriliansyah
Editor : Feny Aprianti

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.