
Setiap developer game indie pasti selalu berusaha yang terbaik dalam membuat game mereka demi memberikan pengalaman bermain terbaik. Meski harus menghadapi situasi keterbatasan resource dan dana, bukan berarti mereka akan menyerah begitu saja mencari cara untuk bisa menyelesaikan game buatannya.
Belakangan ini ada kasus dimana developer indie dituduh oleh Gamer karena adanya suara karakter dibuat dari AI. Mendengar kritikan tersebut developer indie mengklarifikasi tuduhan tersebut tidak benar dan suara yang dianggap sebagai AI ternyata ada suara istrinya sendiri. Seperti apa kronologinya?

Dalam beberapa hari terakhir ini, komunitas Gamer ramai membahas adanya kasus dimana developer indie bernama Refractive Entertainment dituduh oleh seorang Gamer di Steam terhadap game-nya berjudul Luminary.
Melalui postingan Steam Community pada halaman game Luminary di Steam, Gamer tersebut mengkritik bagaimana game yang dia beli dan mainkan bikin kecewa. Pada awalnya dia melihat game Luminary terlihat menjanjikan, tapi semua itu berubah karena merasa ada mendengar suara karakter yang jelek seperti buatan hasil dari AI-generated.
Dengan alasan tersebut, dia memberikan review negatif terhadap game buatan Refractive Entertainment. Kalian bisa lihat kritikannya di bawah ini.

Game ini terlihat bagus, tapi ada suara AI-generated yang jelek bikin saya tidak tahan, rasanya aneh seperti sebuah game AI. Berharap ini hanya dan gamenya bisa lebih baik, tetapi hal itu sudah membuat saya kehilangan minat.
Klarifikasi dari Developer

Mengetahui adanya kritikan seperti itu, tidak butuh waktu lama developer game indie Refractive Entertainment memberikan pernyataan dan klarifikasi kepada Gamer tersebut.
Keith Kolod selaku Director Refractive Entertainment menjelaskan bahwa tuduhan Gamer terhadap suara yang diduga hasil buatan AI tidak benar. Itu karena suara tersebut merupakan suara asli dari istrinya sendiri.
Dia mengakui meski istrinya bukanlah seorang Aktris Pengisi Suara yang hebat dan juga itu pengalaman pertama kali baginya. Sang Director bisa memastikan bahwa dia adalah manusia asli dan bukanlah AI. Developer juga mengklarifikasi bahwa game yang dia buat bersama timnya sama sekali tidak menggunakan AI.
Sebagai seorang developer game indie, Refractive Entertainment berusaha yang terbaik dengan apa yang mereka miliki dalam membuat game mereka.
Dalam klarifikasi Keith Kolod ke GameSpot, dia sama sekali tidak ada masalah dengan orang-orang yang menggunakan teknologi AI, terlebih dalam industri video game dan juga voice over. Dia juga tidak ingin menggunakan kontroversi ini diperbesar. Itu karena karena dia tidak ingin melibatkan keluarga maupun temannya.
Itulah informasi mengenai bagaimana developer game indie dituduh oleh seorang Gamer adanya suara karakter yang terdengar hasil buatan AI, ternyata itu adalah suara istri dari developer itu sendiri. Dari kejadian ini kita bisa belajar untuk tidak asal menuduh sembarangan terhadap game yang dibuat oleh developer.
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Developer Game Indie atau artikel lainnya dari Muhammad Faisal. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].
"Editor dan Veteran Game Gacha di Gamebrott." Ia adalah seorang Gamer yang telah aktif mengamati dan menganalisis perkembangan game gacha selama lebih dari satu dekade sejak tahun 2013, memberikannya pemahaman mendalam tentang tren pasar dan mekanika game berdasarkan pengalaman pribadi. Pengalamannya yang luas terhadap game genre JRPG, memiliki minat yang kuat terhadap game JRPG, bahkan yang sering dianggap underrated, seperti Trails Series. Berfokus pada analisis mendalam mengenai isu-isu yang sedang hangat, tren up-to-date, serta insight mendasar yang menjadi perbincangan utama di komunitas Gamer secara luas.