Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:56 WIB
Jakarta, VIVA – Pelatih Timnas Singapura, Gavin Lee, buka suara setelah anak asuhnya dihancurkan Malaysia dengan skor telak 0-6 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.
Baca Juga
Kekalahan tersebut menjadi pukulan keras bagi The Lions yang sedang mempersiapkan diri menuju Piala Asia 2027.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Duel Malaysia melawan Singapura berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Kamis (1/10/2026).
Baca Juga
Harimau Malaya tampil agresif sejak awal karena membutuhkan kemenangan dengan banyak gol untuk menjaga peluang lolos ke final.
Bergson membuka pesta gol Malaysia melalui penalti pada menit kedelapan sebelum Stuart Wilkin menggandakan keunggulan pada menit ke-26.
Baca Juga
Malaysia kemudian semakin menggila selepas jeda dengan tambahan empat gol.
Bergson mencetak dua gol lagi untuk melengkapi hat-trick, sementara Paulo Josue dan Syahir Bashah ikut mencatatkan nama di papan skor.
Singapura praktis tidak mampu membendung gelombang serangan Malaysia hingga pertandingan berakhir 6-0.
Hasil tersebut bukan sekadar kekalahan biasa bagi Singapura. Itu menjadi kekalahan terbesar The Lions dari Malaysia di level senior sejak mereka juga dihajar dengan skor identik 0-6 pada 1978.
Gavin Lee mengakui timnya gagal mencapai level permainan yang dibutuhkan dalam pertandingan sepenting itu.
Namun, dia menilai skor akhir tidak sepenuhnya menggambarkan apa yang berusaha dilakukan para pemain Singapura di lapangan.
“Benar, setiap pertandingan selalu menjadi tamparan realita. Kami tidak pernah menganggap remeh pertandingan apa pun, dan seperti yang saya katakan, bahkan dengan konteksnya, bahkan dengan kondisinya, tim yang begitu termotivasi untuk mendapatkan lebih banyak gol setelah unggul 3-0 bukanlah pertandingan yang biasa," ujar Gavin Lee dikutip dari The Straits Times.
Harimau Malaya ternyata tetap bermain sangat agresif meskipun sudah unggul tiga gol karena mereka masih membutuhkan tambahan gol demi memenangkan persaingan ketat di Grup A.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Situasi itulah yang membuat Lee menyebut pertandingan tersebut tidak berjalan seperti laga normal setelah Malaysia unggul jauh.
Singapura harus menghadapi lawan yang terus memburu gol sampai menit terakhir karena selisih dan produktivitas gol sangat menentukan nasib Malaysia.
Halaman Selanjutnya
“Jadi bagi kami, sekali lagi, seperti yang Anda katakan, setiap pertandingan kami realistis. Setiap pertandingan yang kami jalani, kami tidak pernah meremehkan konteksnya, kami tidak pernah meremehkan levelnya," ucapnya.