Jakarta -
Gempa M 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8) menyisakan duka mendalam untuk pariwisata Indonesia. Sejumlah destinasi NTT tutup sementara.
Berton Panjaitan, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mengatakan pada hari Selasa (18/8/2026) bahwa penutupan dilakukan untuk melaksanakan pemeriksaan keselamatan struktur dan memperbaiki fasilitas yang rusak.
"Beberapa objek wisata saat ini ditutup sementara, seperti Goa Rangko di Manggarai Barat, Desa Adat Wae Rebo di Manggarai, dan Taman Nasional Kelimutu di Ende," ujar Berton Panjaitan di Jakarta seperti dikutip dari ANTARA, Rabu (19/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak berwenang setempat akan memberikan informasi terbaru mengenai pembukaan kembali setelah verifikasi keselamatan selesai dilakukan.
Sementara itu, pihak berwenang memastikan bahwa Taman Nasional Komodo dan wilayah perairan di sekitarnya tetap beroperasi penuh dan tidak mengalami kerusakan.
Sementara penilaian awal BNPB melaporkan adanya kerusakan ringan di delapan lokasi wisata di seluruh pulau tersebut. Sektor akomodasi yang terdampak cukup parah adalah dua hotel dan tiga homestay. Kemudian ada 10 hotel dan lima homestay mengalami dampak struktural ringan, terutama di Kabupaten Nagekeo.
"Memastikan keselamatan dan keamanan seluruh wisatawan, serta kelayakan infrastruktur pariwisata, merupakan prioritas kami," tambahnya.
Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Bramantyo melaporkan korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini berjumlah 70 korban meninggal dunia dan 132 korban luka-luka pada konferensi pers, Selasa (18/8).
"Total korban adalah 202 orang, kemudian meninggal dunia 70 orang dan luka-luka 132 orang. Kemudian, luka berat 40, luka ringan 92," ujar Bramantyo. Data ini didasarkan dari laporan tim SAR per Senin (17/08) pukul 23.30.
Rincian jumlah pengungsi adalah sebagai berikut: Manggarai Timur (kurang lebih 15.465 jiwa), Manggarai (6.847 jiwa), Nagekeo (6.221 jiwa), Sikka (5.681 jiwa), Ende (3.666 jiwa), Ngada (1.920 jiwa), dan Manggarai Barat (600 jiwa).
Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan 7.7 magnitudo guncang NTT pada Sabtu (15/8). Pemerintah Provinsi NTT telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di NTT selama 14 hari, terhitung sejak 15 hingga 28 Agustus 2026.
(bnl/wsw)