Dinkes Palangka Raya bagikan 10.000 masker minimalkan dampak kabut asap
Senin, 21 September 2026 17:09 WIB
Tim Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya membagikan masker kepada warga cegah dampak kabut asap. ANTARA/Dinkes Kota Palangka Raya
Palangka Raya (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), membagikan 10.000 masker gratis kepada warga dan wisatawan di kawasan Pelabuhan Kereng Bangkirai sebagai upaya mengurangi risiko kesehatan akibat paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinkes Kota Palangka Raya, Riduan di Palangka Raya, Senin mengatakan bahwa pembagian masker dipusatkan di kawasan wisata Kereng Bangkirai yang menjadi salah satu destinasi unggulan dan masih ramai dikunjungi masyarakat.
“Dalam menghadapi kondisi kabut asap saat ini, Pemko Palangka Raya membagikan 10.000 masker kepada warga sekitar maupun pengunjung yang berada di kawasan Kereng Bangkirai,” kata Riduan.
Menurut dia, penggunaan masker penting untuk mengurangi paparan asap dan partikel yang dapat mengganggu saluran pernapasan, terutama bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan.
Riduan juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak, terutama ketika kondisi kabut asap semakin tebal.
Apalagi berdasar data di laman resmi BMKG terkait informasi kualitas udara konsentrasi partikulat (PM2.5) di wilayah Kota Palangka Raya pada pukul 15.00 WIB di angka 972,1 mikrogram per meter kubik yang kategori berbahaya. Kategori berbahaya itu juga berlangsung sepanjang hari mulai pukul 00.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.
Selama periode waktu itu angka terrendah berada pada pukul 04.00 WIB 480,8 mikrogram per meter kubik dan angka tertinggi adalah pada pukul 13.00 WIB di angka 1465,3 mikrogram per meter kubik.
"Kami berharap masyarakat tetap menjaga kesehatan dan mengikuti imbauan pemerintah. Gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami keluhan seperti batuk atau sesak napas," kata Riduan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi menyatakan luas lahan terbakar di daerah setempat selama periode 1 Juni hingga 16 September 2026 mencapai 1.201,15 hektare dengan total 567 kejadian karhutla.
"Kejadian karhutla tersebar di lima kecamatan, dengan jumlah terbanyak terjadi di Kecamatan Jekan Raya," katanya.
Berdasarkan data BPBD, Jekan Raya mencatatkan 362 kejadian, kemudian Sebangau 119 kejadian, Pahandut 50 kejadian, Bukit Batu 33 kejadian, dan Rakumpit tiga kejadian.
Budi mengatakan bahwa setiap laporan kebakaran yang diterima langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan personel dan sarana pemadaman ke lokasi untuk mengendalikan api sekaligus mencegah perluasan area terbakar.
"Penanganan kami lakukan secepat mungkin, terutama ketika kebakaran terjadi di kawasan lahan gambut yang memiliki potensi terbakar lebih besar dan sulit dipadamkan," ujarnya.
Pewarta : Rendhik Andika
Uploader: Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.