Dompu (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, menyebut daya beli masyarakat masih terjaga, tercermin dari aktivitas konsumsi warga di sejumlah pusat perdagangan dan usaha kuliner.
Kepala Disperindag Kabupaten Dompu Armansyah mengatakan hingga saat ini pihaknya belum melihat adanya penurunan daya beli masyarakat yang signifikan akibat perubahan harga sejumlah komidi dan dampak perubahan iklim.
"Daya belinya masih bagus. Masyarakat Dompu masih melakukan aktivitas belanja,” katanya di Dompu, Kamis.
Menurut dia, aktivitas masyarakat dalam memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari, termasuk pada sektor kuliner, menjadi salah satu gambaran yang terlihat dari kondisi perekonomian masyarakat.
Armansyah mengatakan pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan kebutuhan pokok untuk memastikan perubahan harga tidak menekan daya beli masyarakat.
Ia menyebut ketersediaan sejumlah kebutuhan pokok masih mencukupi hingga akhir tahun sehingga pemerintah memiliki ruang untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat menjelang momentum Natal dan Tahun Baru.
"Stok masih sampai Desember. Nanti setelah akhir tahun kita cek lagi, terutama menjelang hari-hari besar," ujar dia.
Untuk menjaga stabilitas harga pada periode tersebut, ia mengatakan Disperindag Dompu menyiapkan intervensi melalui kegiatan pasar murah. Pemerintah daerah juga telah memperoleh dukungan anggaran untuk pelaksanaan kegiatan tersebut menjelang Natal dan Tahun Baru.
Armansyah mengatakan keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan intervensi harga secara lebih luas. Karena itu, kegiatan pasar murah akan diarahkan pada momentum yang dinilai membutuhkan intervensi pemerintah.
Baca juga: Komoditas Cabai dan bawang merah pengaruhi IPH Dompu 2026
Di sisi lain, pemerintah juga berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Perum Bulog, untuk menjaga ketersediaan bahan pangan apabila terjadi perubahan harga di pasar.
Menurut Armansyah, pengendalian harga tidak hanya berkaitan dengan kepentingan konsumen, tetapi juga harus mempertimbangkan kondisi produsen dan petani.
Ia menjelaskan harga yang terlalu tinggi dapat meningkatkan beban masyarakat sebagai konsumen, sedangkan harga yang terlalu rendah juga berpotensi merugikan petani ketika hasil produksi melimpah.
Karena itu, Disperindag Dompu terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga dan pasokan komoditas di pasar sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan produsen.
Ia mengatakan pemerintah akan terus memantau perkembangan harga, stok, serta distribusi kebutuhan pokok untuk memastikan aktivitas konsumsi masyarakat tetap berjalan dan kebutuhan pangan menjelang akhir tahun dapat terpenuhi.
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026