Giring Berdoa bagi Keselamatan Korban yang Hilang di Selat Sunda
Kamis, 17 September 2026 21:10 WIB
Personel Basarnas menggunakan helikopter Dauphin HR 4606 untuk melakukan pengamatan dalam operasi pencarian melalui jalur udara terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak pada hari kesepuluh di perairan Selat Sunda, Banten, Kamis (17/9/2026). Operasi SAR terhadap rombongan jurnalis dan kru KM Arupadatu I tersebut resmi dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo mendoakan keselamatan dan berharap lima jurnalis serta tiga awak kapal yang hilang di Selat Sunda selamat serta keluarga mendapatkan kabar mengenai keberadaannya.
“Saya berdoa semoga cepat akan ketemu dan cepat ada kabar bahwa alhamdulilah mereka selamat semua,” katanya saat ditemui usai pembukaan pameran fotografi di Galeri Nasional, Jakarta, Kamis.
Presiden Prabowo Subianto, lanjut dia, senantiasa memantau perkembangan mengenai hilangnya lima jurnalis di Selat Sunda serta telah memerintahkan instansi terkait untuk memaksimalkan pencarian.
Tak hanya itu, ia menambahkan bahwa sosok jurnalis kerap menghadapi situasi yang berisiko kala bertugas meliput berbagai agenda termasuk bencana alam demi mendapatkan berita foto yang sesuai dengan kaidah jurnalistik.
“Saya tahu almarhum bapak saya kan selalu berada di medan perang. Saya tahu betapa luar biasa jurnalis-jurnalis, kadang-kadang mereka harus menghadapi risiko yang mengancam nyawa untuk bisa mendapatkan berita foto yang luar biasa,” katanya lagi.
Adapun dilaporkan bahwa pada sore ini operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap rombongan jurnalis dan kru kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda secara resmi dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari.
Penutupan operasi SAR gabungan tersebut diumumkan secara resmi oleh Gubernur Banten Andra Soni dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Gabungan, Dermaga Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis petang.
"Sudah tidak efektif maka dengan berat hati pelaksanaan operasi gabungan ini dinyatakan dihentikan," kata dia.
Andra memaparkan bahwa sepanjang operasi digelar, tim SAR gabungan secara umum tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun awak kapal di seluruh sektor penyisiran.
Sebelumnya, sebanyak delapan orang yang dalam pencarian terdiri atas lima jurnalis, yakni M Bagus Khoirunnas (Kantor Berita ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro (iNews), Firdaus (Anadolu), dan Donal (jurnalis lepas), sedangkan tiga lainnya, yakni Warta (kapten kapal), Surakman (ABK), serta Heriyanto (pemandu).