Jakarta -
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memasang target ambisius agar operator seluler dapat menambah 10 juta registrasi pelanggan berbasis biometrik setiap bulan.
Target tersebut dicanangkan setelah jumlah pelanggan yang telah melakukan registrasi biometrik menembus 10 juta nomor sejak masa uji coba hingga implementasi penuh kebijakan pada 1 Juli 2026.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan evaluasi terhadap implementasi registrasi pelanggan berbasis biometrik dilakukan bersama Telkomsel, Indosat, dan XLSmart terdapat 10 juta pelanggan yang melakukan pendaftaran pakai pemindaian wajah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menilai keberhasilan tersebut dapat terulang kembali di bulan berikutnya. Menurutnya, penambahan 10 juta pelanggan yang melakukan registrasi biometrik ini sebagai bagian dari upaya mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan digital yang memanfaatkan nomor seluler dengan identitas palsu.
"Target kami, dalam satu bulan ke depan jumlah registrasi biometrik ini bisa bertambah lagi sebanyak 10 juta," kata Menkomdigi di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Ia menjelaskan, registrasi berbasis biometrik merupakan langkah pemerintah memastikan setiap nomor seluler benar-benar terhubung dengan identitas pemiliknya melalui verifikasi wajah. Dengan demikian, praktik penggunaan SIM card anonim atau menggunakan identitas orang lain diharapkan dapat ditekan.
"Negara harus hadir untuk mengamankan pelanggan atau konsumen dari kejahatan digital, khususnya yang berasal dari anonimitas atau nomor seluler yang tidak menggunakan identitas sebenarnya," ucapnya.
Meutya menambahkan, langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi menekan angka penipuan digital. Berdasarkan data Satgas PASTI atau Anti-Scam Center, kerugian akibat penipuan di sektor keuangan sepanjang 2025 mencapai lebih dari Rp9 triliun.
Ditemui pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Marwan O. Baasir menilai target tambahan 10 juta registrasi biometrik dalam sebulan masih memungkinkan dicapai. Namun, keberhasilannya akan sangat bergantung pada partisipasi pelanggan lama.
Ia memandang bahwa terdapat dua sumber pertumbuhan registrasi biometrik, yakni pelanggan baru dan pelanggan existing yang secara sukarela memperbarui data mereka menggunakan biometrik.
"Kita ada dua pilihan, pertama pelanggan baru, yang kedua pelanggan lama yang secara sukarela mendaftar biometrik. Kuncinya ada di edukasi, sosialisasi, dan komunikasi kepada masyarakat," ungkap Marwan.
Marwan menyebutkan jika mengandalkan pelanggan baru saja akan cukup berat mengingat pertumbuhan pelanggan seluler nasional sudah cenderung stagnan dalam beberapa tahun terakhir.
"Kalau pelanggan baru memang berat. Mudah-mudahan yang existing secara sukarela bisa meningkat," imbuhnya.
(agt/fay)
TAGSLIHAT LAINNYA